|
Pemerintah Bantah Konferensi Bali Terancam Gagal
Kamis, 13 Desember 2007 | 21:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah membantah konferensi perubahan iklim di Bali terancam gagal. “Ini kan belum selesai. Lihat saja besok. Semuanya masih dibicarakan saat ini,” kata Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (13/12).
Kalaupun ada anggapan bahwa konsep yang telah diajukan negara berkembang menjadi mentah lagi, Rachmat berpendapat itu bukan urusan Indonesia. “Tapi itu urusan konferensi,” kata dia.
Rachmat pun memastikan akan ada deklarasi pada konferensi yang berakhir besok. “Kalaupun nggak disepakati bareng sekarang, kan masih bisa dilanjutkan nanti,” kata Rachmat.
Juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal mengakui bahwa negosiasi dalam konferensi perubahan iklim ini memang berat. “Negosiasi berlangsung sampai tengah malam,” kata Dino. Baik pandangan maupun kepentingan negara maju dan negara berkembang dalam kosnferensi ini, kata Dino, masih menganga lebar.
Bahkan, lanjut Dino, negosiasi dalam konferensi hingga saat ini pun masih berjalan alot. Namun, kata Dino, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah berkomitmen dan menyatakan dengan jelas bahwa momentum konferensi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Presiden berpesan kepada para negosiator dan kami, stafnya, supaya tidak ada kata gagal,” kata Dino. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban ki-moon, kata Dino, berpesan kepada Yudhoyono untuk memainkan kepemimpinannya sebagai tuan rumah dalam konferensi.
Untuk membuktikan keseriusannya, kata Dino, Presiden mengundurkan jadwal kepulangannya ke Jakarta besok menjadi hari Sabtu. “Beliau akan memonitor dan mendorong terjadinya kesepakatan,” kata Dino.
Namun Dino belum tahu kepastian apakah konferensi tetap akan ditutup besok atau akan ikut diundur. “Kalau ada political will yang baik dan nasib baik serta Tuhan beserta kita, mudah-mudahan besok malam akan goal melalui lobi-lobi terakhir,” kata Dino.
Dino membantah adanya keluhan dari negara peserta dan PBB mengenai tidak beresnya pelaksanaan konferensi. “Sejauh yang saya tahu, semua kepala negara dan PBB tidak ada yang mengeluh. Mereka menganggap konferensi berjalan baik, atmosfernya baik,” kata Dino.
Sementara itu juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng pun membantah adanya kemungkinan gagalnya konferensi. “Malahan kami optimis ada beberapa hal yang dicapai dalam Bali Road Map,” kata Andi. Namun ia menolak menyebutkan poin apa saja yang sudah dicapai dalam negosiasi.
Negara-negara peserta konferensi dan Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim Yvo de Boer pun, kata Andi, tidak mengeluh mengenai pelaksanaan konferensi. “Yang ada adalah puji-pujian untuk Indonesia sebagai tuan rumah yang bisa memfasilitasi negara berkembang dan negara maju,” kata Andi.
Andi juga membenarkan rencana pemanggilan sepuluh gubernur oleh Presiden esok pukul 10.00 WIB. Tapi Andi menegaskan pemanggilan gubernur ini tidak berkaitan dengan isu gagalnya konferensi.
“Beliau (Presiden) ingin memastikan kalau di dalam negeri (domestik) ada upaya untuk perubahan iklim. Presiden ingin memastikan gubernur menangkap pesannya,” kata Andi. Poin-poin yang akan dibahas Presiden bersama para gubernur antara lain bagaimana cara meminimalisir kebakaran hutan, mencegah deforestrasi, dan bagaimana menanam pohon.
Ketua delegasi Indonesia dalam konferensi perubahan iklim Emil Salim belum dapat berkomentar. “Telepon saya nanti, sekarang saya masih dalam pembicaraan,” kata Emil. Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|