Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Korban Lapindo Terkejut Mengetahui Bakrie Orang Terkaya
Kamis, 13 Desember 2007 | 21:40 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:
Korban lumpur panas Lapindo yang hingga kini masih bertahan di pengungsian mengaku terkejut mendengar informasi yang menyebutkan keluarga Bakrie sebagai orang paling kaya di Indonesia.

“Kalau terkaya, harusnya tidak ada lagi alasan bagi mereka menunda proses pembayaran ganti rugi. Apa susahnya bagi dia menyediakan tanah baru bagi kami,” ujar Sunarto, Koordinator Korban Lapindo yang masih bertahan di pengungsian Pasar Baru Porong, Rabu (13/12).

Hingga saat ini, sebanyak 300-an keluarga korban lumpur panas di lahan perusahaan milik keluarga Bakrie itu masih betahan di pengungsian dan menolak konsep ganti rugi yang yang dibayarkan dengan dicicil 20 persen di muka. Mereka mendesak ganti rugi minimal diberikan 50 persen di muka, plus disediakan lahan kosong, sehingga kehidupan bertetangga yang mereka bina sejak lama bisa dilanjukan di tempat baru.

“Sejak awal mereka berujar, demi menjaga nama baik keluarga akan memberikan yang terbaik bagi korban lumpur. Tapi mana buktinya?” Sunarto menambahkan. “Mereka memang tidak punya itikad baik.”

Keluarga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie dinobatkan sebagai urutan teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia oleh Majalah Forbes Asia’s 2007. Dengan jumlah kekayaan 5,4 miliar dollar AS, Bakrie menggeser posisi Sukanto Tanoto yang tahun lalu berada di posisi puncak.

Tahun ini Sukanto, pemilik Grup Raja Garuda Mas dan Asian Agri, berada di urutas kedua dengan jumlah kekayaan 4,7 miliar dollar AS. Seperti halnya Bakrie, penobatan Sukanto pun menjadi sorotan lantaran kelompok bisnisnya disebut oleh Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan manipulasi pajak senilai lebih dari Rp 1,3 triliun.

Dihubungi Tempo kamis (13/12) sore tadi, juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, mengatakan penobatan oleh Forbes itu bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan. Ia juga menegaskan Aburizal Bakrie sudah tidak mengurus bisnisnya sejak tahun 2003. Apalagi setelah ia terpilih dalam kabinet menjadi Menteri Koordinator Perekonomian pada 2004, hingga saat ini menjadi Menteri Kesejahteraan Rakyat.

Disinggung mengenai lumpur Lapindo, Lalu mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan proses yang sudah berjalan. "Kita masih berkomitmen, walaupun sebenarnya belum diputuskan bersalah," ujarnya. Sejauh ini, kata Lalu, pembayaran masih terus berjalan.

Realisasi uang muka ganti rugi 20 persen yang telah dikeluarkan juru bayar Lapindo, PT Minarak Lapindo Jaya, mencapai Rp 611 miliar. Dengan total pembayaran 100 persen (jika nanti benar-benar dibayar) nantinya keseluruhan lahan yang akan dibeli Lapindo bernilai sekitar Rp 3 trilyun. Rohman Taufiq | Munawwaroh


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Ancam Pelaku Pungutan Liar Korban Lapindo
Korban Lapindo Protes Pungutan Liar
Korban Lapindo Keluhkan Pungutan Liar
Tanggul Lapindo Jebol Lagi
Semburan Liar ke-72 Muncul Porong
Ribuan Ikan di Sungai Porong Mati
Warga Hentikan Blokade Jembatan Porong
Lalu Lintas di Porong Lumpuh
Kedalaman Sungai Porong Tinggal Satu Meter
Keretakan Jembatan Kali Porong Diteliti
> selengkapnya...

Referensi

13 Bulan tanpa Hasil

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113524 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Senayan Tolak Kenaikan BBM
SBY Diminta Evaluasi Kinerja Menteri ESDM
Jenazah Sophan Sophiaan Tiba Di Rumah Duka
Jenazah Sophan Tiba Di Bandara Soekarno Hatta
DKI Sisir Kawasan Radio Dalam

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data