|
Aburizal Bakrie Terkaya
KPK Kaji Laporan Forbes Asia
Jum'at, 14 Desember 2007 | 08:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji laporan majalah Forbes Asia yang menobatkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2007.
"Kemungkinan, laporan majalah Forbes Asia akan dijadikan salah satu pedoman akurasi bagi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara, tapi itu tidak mutlak," ujar Deputi Pencegahan KPK, Waluyo, ketika dihubungi Tempo Jumat (14/12).
Menurut Waluyo saat ini KPK, sedang mengklarifikasi jumlah harta kekayaan Aburizal Bakrie, yang disebutkan Forbes Asia naik dari US$ 2,8 miliar (sekitar Rp 26 Triliun) menjadi US$ 5,4 miliar (sekitar Rp 50 Triliun).
"Sampai saat ini kami juga mencari wartawan Forbes Asia yang melakukan survey tersebut, hanya saja ketika kami sambangi di kantor Forbes Asia, wartawan tersebut sudah keliling," ujarnya.
Waluyo menambahkan, pendekatan harta kekayaan yang dimiliki Ical (sapaan akrab Aburizal Bakrie) versi Forbes berbeda dengan LHKPN yang ada di KPK. Sebab menurut Waluyo, harta kekayaan Ical yang ada di KPK hanyalah harta kekayaan pribadi dan tanggungannya. Sedangkan versi Forbes dimasukkan juga harta kekayaan keluarga Ical yang lain dalam perusahaan Bakrie Group.
Seperti diberitakan, Ical dan keluarganya dinobatkan oleh majalah Forbes Asia sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2007. Dia menggusur posisi Sukanto Tanoto, bos Grup Raja Garuda Mas, sebagai orang terkaya di republik ini. Tahun lalu Forbes menempatkan Ical dan keluarganya di urutan keenam.
Cheta Nilawaty
INDEKS BERITA LAINNYA :
|