|
Yudhoyono Bertemu Al Gore
Jum'at, 14 Desember 2007 | 09:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini akan bertemu mantan wakil presiden Amerika Serikat Al Gore menjelang berakhirnya Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali. “Dijadwalkan pada pukul 14.15,” ujar juru bicara presiden Dino Pati Djalal melalui pesan pendek.
Pertemuan ini agaknya menjadi sangat berarti melihat kondisi terakhir perundingan yang macet. Seperti diberitakan, negara-negara Eropa mengancam akan memboikot pertemuan iklim negara maju bulan depan, yang dipimpin Amerika Serikat, kecuali Washington setuju menyebut angka target pengurangan gas rumah kacanya. (Koran Tempo, 14/12).
Sementara, Amerika Serikat yang juga penyumbang terbesar gas rumah kaca tetap kukuh menolak Protokol Kyoto. Protokol itu akan berakhir pada 2012 dan pertemuan di Bali ini diharapkan menjadi batu pijakan untuk menyiapkan kelanjutan dari protokol tersebut.
Al Gore yang hadir di Bali meminta peserta konferensi untuk tetap berusaha keras melawan perubahan iklim meskipun tanpa Amerika Serikat. "Dalam dua tahun ke depan, posisi Amerika Serikat akan bergeser. Anda harus mengantisipasinya," katanya di arena konferensi.
Pada Oktober lalu, Al Gore dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian oleh Komite Nobel Norwegia. Gore diganjar Nobel bersama Intergovernmental Panel on Climate Change, sebuah jaringan ilmuwan sains Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Gore naik daun sebagai aktivis lingkungan semenjak film dokumenternya, An Inconvenient Truth, meraih Piala Oscar pada 2007. Gore kerap mengkritik kebijakan Presiden George Walker Bush, termasuk soal Perang Irak Jilid Kedua, merupakan politikus Partai Demokrat kedua yang meraih Nobel setelah bekas presiden Jimmy Carter pada 2002.
Poernomo G Ridho
INDEKS BERITA LAINNYA :
|