|
Rapat Pleno Perubahan Iklim Alot
Sabtu, 15 Desember 2007 | 11:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sidang pleno penyusunan kerangka krja untuk perubahan iklim Perserikatan Bangsa Bangsa berjalan alot.
Hingga pukul 10.30 sidang masih ditunda. Padahal semula panitia mengatakan reses hanya 30 menit. Alotnya sidang disebabkan mandeknya pembahasan yang bersifat teknis.
"Hanya masalah redaksional saja," kata Dida, anggota delegasi Indonesia kepada Tempo. Diperoleh informasi perdebatan masih seputar tindakan mitigasi oleh negara bekembang.
"Di sana ada kata dapat diukur, dapat dilaporkan, dan aksi-aksi nyata yang bersifat nasional," Kata salah seorang delegasi yang tergabung di G-77 (negara berkembang).
Tapi, kata dia, poin yang sama juga sudah memuat pernyataan, "Didukung teknologi dan boleh didanai dan ditingkatkan kapasitasnya."
Artinya, menurut dia, secara keseluruhan keinginan Amerika Serikat dan kawan-kawan, juga keinginan negara berkembang sudah terfasilitasi.
Redaksi preambul atau pembukaan hingga pukul 11.00 telah disepakati, setelah para pihak menempuh konsensus.
"Tanggapan atas penemuan laporan keempat Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) bahwa pemanasan sistem iklim adalah sangat nyata, dan
penundaan aksi pengurangan emisi akan secara signifikan membatasi peluang untuk mendapatkan tingkat keseimbangan (karbon di atmosfer) yang lebih rendah dan malah meningkatkan risko lebih bamyak lagi dampak perubahan iklim yang parah."
Para pihak juga sepakat bahwa pemangkasan emisi global yang lebih besar akan dibutuhkan untuk mendapatkan tujuan obyektif dari Konvensi dan mendesak upaya untuk menghadapi perubahan iklim seperti yang diindikasikan dalam Laporan Assessment Keempat IPCC.
Khusus untuk kata mendesak (urgency), para pihak hanya membuatkan catatan kaki tambahan.
Dengan begitu preambul tidak memuat angka target reduksi emisi 25-40% seperti yang diinginkan delegasi Uni Eropa.Begitu juga dengan proposal Amerika Serikat yang menginginkan kontribusi seimbang negara-negara di dunia berdasarkan tingkat emisi dan ekonominya.
ANDREE PRIYANTO | Z. WURAGIL
INDEKS BERITA LAINNYA :
|