|
Peserta UNFCCC Didesak Berkompromi
Sabtu, 15 Desember 2007 | 13:15 WIB
TEMPO Interaktif, Nusa Dua :Kehebohan melanda Nusa Indah Hall di Bali International Convention Centre Sabtu (15/12) kemarin manakala Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon memasuki ruang Sidang Pleno Konferensi Para Pihak (COP) 13.
Para wartawan foto dan televisi yang sedari tadi duduk-duduk menanti dimulainya sidang bergegas berlari menuju sisi samping kanan dan kiri Nusa Indah Hall. Sebagian lari mengambil posisi merekan pidato Presiden SBY yang duduk berdampingan dengan Ban Ki-moon.
SBY menekankan beberapa hal kepada para pihak yakni spirit kerjasama, komitmen yang kuat, fleksibilitas, dan kesediaan untuk berkompromi. SBY yakin apabila para pihak menerapkan secara bersama maka akan didapat hasil yang baik.
"Saya mohon kepada Anda semua jangan kecewakan masyarakat dunia," tuturnya. Adapun Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan adanya kemajuan dalam proses negosiasi selama beberapa hari terakhir.
"Saya sungguh sangat menghargai keseriusan kalian hingga musti menghadiri rapat hingga dini hari," tutur Ki-moon. Sekjen Ban mewanti-wanti peserta bahwa tak seorangpun akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Karena itu ia mendesak perlunya sebuah upaya untuk mencapai kompromi.
"Saya yakin kalau Anda semua akan membuat pilihan yang bijaksana," tuturnya. Tak lama berselang Ban Ki-moon dan SBY meninggalkan ruang sidang. Namun keduanya memilih bungkam. Lima menit kemudian tanpa diduga-duga Sekretaris Esekutif UNFCCC Yvo de Boer meinggalkan arena sidang.
"Dia gak mau ngomong, mukanya kusust keliatan kusut banget," tutur Pipin, seoorang jurnalis televisi dari Jepang yang kebetulan mengejar De Boer. "Dia nangis, gue lihat banget."
Z WURAGIL | ANDREE P | ROFIQI H (BALI)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|