Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden: TNI Tidak Boleh Tertinggal dari Tentara Negara Lain
Senin, 17 Desember 2007 | 12:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar profesionalitas dan kemampuan Tentara Republik Indonesia tidak tertinggal dengan tentara negara-negara lain.

"Jangan sampai pula ada jarak yang menganga antara profesionalitas TNI dengan profesionalitas tentara Negara lain," kata Presiden saat melantik pada Upacara Prasetya Perwira TNI dan Pelantikan Anggota Polri di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian Semarang Senin (17/12).

Yudhoyono mengatakan, saat ini dunia terus berubah dan makin sarat dengan tantangan. Selain itu, dunia saat ini juga semakin mengglobal yang disertai dengan sifat keterpengaruhan dan ketergantungan yang semakin tinggi.

"Ini yang mengharuskan kita semua, termasuk jajaran TNI dan Polri, untuk dapat menyesuaikan diri dan merespon dinamika dan perkembangan dunia itu secara cerdas dan tepat," katanya.

Yudhoyono mengatakan, strategi, taktik, doktrin dan sistem kesenjataan di dunia kemiliteran saat ini semakin berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.

Perubahan cepat itu, kata Presiden, tentu akan menyangkut dan berpengaruh terhadap corak dan karakter dari peperangan dan pertempuran. Selain itu, juga berpengaruh pada pendidikan dan pelatihan yang mesti dilakukan," katanya.

Yudhoyono mengatakan, tugas TNI yang terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, sangatlah berat, yaitu bertugas mempertahankan, melindungi dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.


Sedangkan Kepolisian, kata dia, bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Yudhoyono meminta kepada para Perwira yang dilantik untuk mempersiapkan diri agar kesemua tugas yang akan dijalankan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. "Tidak pernah ada jalan yang lunak dan mudah untuk mencapai tujuan yang besar," katanya. ROFIUDDIN


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113655 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data