Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Yudhoyono Jawab Iklan Wiranto
Selasa, 18 Desember 2007 | 13:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjawab iklan kemiskinan yang dikeluarkan oleh Wiranto. Menurut Yudhoyono, keadaan Indonesia sekarang jauh lebih baik dari saat krisis terjadi pada 1998.

"Bukan angka kemiskinan yang kita baca di iklan-iklan itu, yang jumlahnya 49 persen. Karena yang kita gunakan data BPS, angka kemiskinan besarnya 16,5 persen," kata Yudhoyono dalam sambutannya pada puncak Hari Ibu di Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (18/12).

Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purnawirawan) Wiranto memang memasang iklan tentang kemiskinan di media cetak, televisi, dan radio. Di iklan itu Wiranto mengajak rakyat untuk mengatasi kemiskinan.

Menurut Wiranto dalam iklan itu, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 49 persen. Angka itu, menurut iklan, didapat dari data Bank Dunia.

Menurut Yudhoyono, meskipun data Bank Dunia yang digunakan, tren kemiskinan pun turun. Namun pemerintah, kata Yudhoyono, telah berkomitmen untuk menggunakan data BPS. "Agar masyarakat tidak bingung membaca informasi," kata Yudhoyono.

Angka kemiskinan di Indonesia tahun ini, kata Yudhoyono, mencapai 16,5 persen. Angka ini menunjukkan satu dari 6-7 orang di Indonesia masih miskin. "Lebih baik dari awal krisis tahun 1998, yaitu sebesar 24,2 persen, di mana satu dari empat orang Indonesia miskin," kata Yudhoyono.

Namun meskipun keadaan sudah membaik, kata Yudhoyono, pengurangan kemiskinan harus terus dilanjutkan.

Yudhoyono menegaskan bahwa ketika bangsanya sedang bekerja keras, tidak diperbolehkan jika ada orang-orang yang hanya senang menonton dan tidak berbuat apa-apa.

"Tentu tidak arif kalau sudah tidak berbuat tapi senangnya menyalahkan, mencerca kami semua yang bekerja siang dan malam," kata Yudhoyono. Lebih buruk lagi, lanjut Yudhoyono, jika ada yang menghambat pemerintah yang sedang bekerja.

Masalah kemiskinan dan ketertinggalan, menurut Yudhoyono, memang masih menjadi masalah yang fundamental di Indonesia. "Tapi sesungguhnya keadaan sudah semakin baik," kata Yudhoyono.

Menurut Yudhoyono, tidaklah jujur kalau keadaan Indonesia saat ini masih dianggap sama atau bahkan lebih buruk dibanding ketika krisis terjadi pada 1998. "Karena saya tahu semua bekerja. Gubernur, bupati, walikota bekerja untuk mengatasi masalah bersama," kata Yudhoyono.

Baik Yudhoyono maupun presiden pendahulunya, kata Yudhoyono, dari tahun ke tahun mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. FANNY FEBIANA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113762 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Lamongan Laporkan Pelanggaran Pilgub
Izin Operasi Riau Airlines Akan Dibekukan
Gambus Jawa
UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data