Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kwik Kian Gie: Yang Bikin Rugi Bukan Kelompok Salim
Selasa, 18 Desember 2007 | 13:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bekas Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri Kwik Kian Gie hadir penuhi panggilan kejaksaan agung, Selasa (18/12). Kwik sudah tiga kali dimintai keterangan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung soal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

Sebelum dimintai keterangan, Kwik menyatakan kesalahan terbesar dalam kasus BLBI adalah soal pelanggaran pada Batas Maksimal Pemberian Kredit (BMPK). Pelanggaran itu, kata dia, sudah masuk ke dalam ranah tindak pidana karena sudah menyalahi aturan undang-undang.

Kwik berpendapat soal penyelesaian utang obligor lewat aset. Menurut dia, obligor seperti Kelompok Salim bukan pihak yang menilai dan menjual aset. "Yang bikin rugi bukan Kelompok Salim," katanya. Namun dia juga tidak menyebutkan siapa yang kemudian harus disalahkan.

Saat ditanya wartawan soal penyembunyian aset oleh para obligor, Kwik justru mempertanyakan kembali masalah itu. Menurut dia penilaian aset itu sudah melalui penilaian beberapa kantor akuntan asing yang memang mumpuni. "Pihak yang menunjuk konsultan asing itu sekarang malah bercokol di dalam kabinet," katanya.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kemas Yahya Rahman mengatakan, tim BLBI Kejaksaan Agung masih melakukan pengusutan dalam tahap penyelidikan. Hingga saat ini masih belum sampai pada tahap kesimpulan. "Akhir Desember ini ditargetkan selesai, soal pelanggaran BMPK nanti akan kami lihat," ujarnya singkat.

Sandy Indra Pratama


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113767 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data