Dosen Nilai Angkatan Laut Perlu 4 Kapal Induk

Selasa, 18 Desember 2007 | 20:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dosen Universitas Indonesia Rahakundini Bakrie menilai TNI Angkatan Laut harus memiliki empat kapal induk. “Indonesia negara dengan wilayah laut sangat luas, Angkatan Laut harus kuat,” katanya sebagai pembicara dalam diskusi pertahanan di Hotel Santika, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (18/12).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini menilai idealnya, komando wilayah pertahanan laut dibagi menjadi empat, yang didukung 14 unit kapal selam. “Empat unit diantaranya berkategori strategic submarine yang ditopang 14 brigade marinir,” kata dia.

Untuk Angkatan Udara yang ideal, kata Rahakundini, mestinya hadir 140 skuadron tempur, tujuh skuadron bomber (strategic special force), delapan Wing Pasukan Khas, 27 satuan pertahanan udara, 40 satuan radar, dan satu satuan strategic missile.

Kekuatan Angkatan Darat, kata dia, idealnya menggelar sebanyak 824 batalion tempur dan teritorial serta 16 skuadron heli-serbu dan heli-angkut.

Kondisi TNI sekarang, dari 138 unit kapal perang, hanya 47,1 persen siap operasi. Kapal Angkatan Laut lain sebanyak 317 unit, 23,97 persen siap operasi.

Namun Rahakundini mengaku punya alasan mengusulkan jumlah ideal kekuatan militer Indonesia. Menurut dia, selain dilihat dari luas area geografi, juga potensi ancaman dari luar. Potensi ancaman paling besar, kata dia, justru datang akibat globalisasi.

“Walaupun ancaman bersifat nonmiliter, namun kontradiksi di balik globalisasi sangat membutuhkan kekuatan militer sebagai penjaga kedaulatan negara,” tuturnya.

Raden Rachmadi






Komentar Anda

Kirim