Soetardjo: Yudhoyono dan Wiranto diminta Tak Berseteru
Rabu, 19 Desember 2007 | 13:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno mengingatkan agar dua tokoh, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Wiranto tidak usah berseteru soal data kemiskinan. "Tinggal dijelaskan saja, data-data itu benar atau tidak," ujar dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).
Menurut politikus senior dari Partai Deokrasi Indonesia Perjuangan itu, jika berlandaskan pada keyakinan, data yang disampaikan oleh dua tokoh itu, sama-sama punya dasar. Wiranto, kata dia, berlandaskan pada data kemiskinan dari Bank Dunia, sementara Yudhoyono dari badan Pusat Statistik. "Tapi, saya sih lebih percaya kepada data yang dikeluarkan World Bank," ujarnya, tanpa menjelaskan alasannya.
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Jenderal
(Purnawirawan) Wiranto dalam satu iklan menyebutkan
angka kemiskinan di Indonesia sebesar 49 persen. Ia
mendasarkan angka pada data Bank Dunia. Dalam iklan,
Wiranto mengajak rakyat mengatasi masalah kemiskinan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi Wiranto
dengan menyatakan larangan kepada setiap orang senang
menonton tanpa berbuat apa pun saat bangsa tengah
bekerja keras mengatasi masalah kemiskinan. "Tentu
tidak arif kalau sudah tidak berbuat, tapi senangnya
menyalahkan, mencerca kami semua, yang bekerja siang
dan malam," kata Presiden kemarin.
Soal materi iklan tetang data kemiskinan yang dipublikasikan oleh Wiranto ini, menurut Soetardjo
mengatakan, Yudhoyono tidak perlu menanggapi berlebih,
apalagi tersinggung. "Buat saja penelitian mendalam.
Kalau data kemiskinan (yang disampaikan Wiranto) tidak
benar ngawur itu," ujarnya. tegas pria yang akrab
disapa Mbah Tardjo ini. Raden Rachmadi





