|
Bentrok Warnai Peringatan Dies Natalis 58 UGM
Rabu, 19 Desember 2007 | 14:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Peringatan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM ) diwarnai bentrokan antara ratusan mahasiswa pengunjukrasa yang tergabung dalam BEM KM UGM dengan Satuan Keamanan Kampus (SKK) UGM, Rabu (19/12).
Mereka terlibat dorong mendorong dan adu jotos. Aksi kericuhan tersebut berlangsung di depan pintu masuk Graha Sabha Pramana (GSP) UGM. Padahal saat itu sedang berlangsung puncak Dies Natalis UGM ke 58.
Aksi dorong mendorong dan pukul memukul terjadi ketika ratusan mahasiswa UGM bersikeras untuk masuk ke GSP namun dihalang-halangi oleh puluhan SKK. Karena terus memanas dan kedua belah pihak bersinggungan akhirnya beberapa anggota SKK UGM tak kuasa menahan emosi atas ulah mahasiswa tersebut hingga terjadi insiden ini. Tak ada yang terluka serius dalam bentrok itu.
Dalam aksi ini BEM KM UGM mengangkat tema Dies Mortalis UGM "Matinya Kampus Kerakyatan". Menurut Koordinator aksi, Agung Budiono, di usianya ke 58 UGM dinilai semakin jauh dari cita-cita berdirinya. Hal ini terlihat dari pembatasan akses mahasiswa tidak mampu melalui sistem Ujian Masuk UGM.
"Sistem subsidi silang yang tidak jelas serta akuntabilitas anggaran UGM yang simpang siur, membuat akses mahasiswa tidak mampu jadi terbatas" kata Agung di sela-sela aksi.
Dalam aksi itu mahasiswa UGM menuntut ditandatanganinya kontrak kesepahaman yang berisi 5 tuntutan mahasiswa atau PANTUMA. Ke lima tuntutan tersebut antara lain pengembalian kebijakan sumbangan pengembangan mutu akademik, proses penjaringan mahasiswa baru yang mengedepankan asas keadilan, tidak ada kenaikan biaya perkuliahan, menolak segala bentuk komersialisasi pendidikan.
Untuk memenangkan mahasiswa Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi menemui para pengunjukrasa. Rektor mengakui bisa menghargai aksi para mahasiswa dalam memperingati Dies Natalies UGM ke 58 meskipun dengan bentuk lain.
"Kami menghargai para mahasiswa yang merayakan Dies Natalis UGM dengan cara seperti ini," ujar Sudjarwadi di tengah-tengah pengunjukrasa. Muh Syaifullah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|