|
Kalla Pimpin Rapat Perbaikan Peringkat Kemudahan Berusaha
Rabu, 19 Desember 2007 | 14:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat tentang upaya peningkatan doing bussines atau kemudahan berusaha di Indonesia pada tahun 2008.
Dari hasil simulasi Perusahaan Pembiayaan International (IFC), Indonesia berada di peringkat 123 dari 178 negara yang disurvei. Padahal tahun lalu, Indonesia berada di posisi 135 dari 175 negara yang disurvei dan pada 2005, berada di peringkat 115 dari 155 negara yang disurvei.
Hadir dalam rapat ini, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, menteri Negara Perencanaan pembangunan Nasional/kepala Bappenas Paskah Suzetta,Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, menteri perindustrian Fahmi Idris,
menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Komunikasi dan Informatika Muhamad Nuh,dan Menteri Hukum dan Ham Andi mattalatta, Kepala Badan Koordinasi penamanam Modal M.Lutfi.
Dalam beberapa kesempatan, Kalla, mengatakan bahwa iklim berusaha di Indonesia seharusnya terus mengalami
perbaikan.Sejumlah birokrasi pengurusan izin sudah dibenahi, masalah kredit juga mulai ditangai secara komprehensif,dan aturan tentang perbaikan iklim investasi sudah disusun dalam sejumlah paket perbaikan ekonomi.
"Memang tentang tenaga kerja, masih perlu perbaikan-perbaikan yang mendasar, tetapi intinya sudah tida ada demo-demo anarkis," kata Kalla. Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|