|
Kalla: Polisi Harus Tegas Soal Ahmadiyah
Kamis, 20 Desember 2007 | 11:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Polisi bersikap tegas atas kasus penyegelan tempat ibadah Ahmadiyah di Kuningan dan Tasikmalaya, Jawa Barat.
Menurut Kalla, dia sudah membicarakan hal ini dengan Presiden dan pihak Kepolisian supaya tidak ada pihak manapun yang menghalangi golongan tertentu untuk menjalankan ibadah yang diyakininya. "Jadi harus segera dibuka segel-segel di tempat ibadah itu," kata Kalla setelah menyerzahkan secara simbolis hewan kurban kepada DPP Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (20/12).
Kalla juga meminta kepada Polisi supaya bertindak tegas terhadap orang-orang yang menghalangi masyarakat yang akan menjalankan keyakinan agamanya."Polisi nanti akan bertindak tegas akan hal ini," kata dia.
Kalla juga meminta agar di hari yang baik ini, di hari Idul Adha, Majelis Ulama Indonesia menjalankan dakwahnya dengan baik. Menurut Kalla, Fatwa MUI memang menjadi acuan bahwa Ahmadiyah bertentangan dengan Syariat Islam. "Tetapi kan tidak harus hantam orang, tidak harus memukuli, yang memukuli itu yang salah," kata dia.
MUI, kata Kalla, membuat Fatwa sesuai kebenaran yang diyakini oleh agama dan tidak pernah ada perintah MUI untuk memukuli orang bahkan melakukan pembakaran." Tidak ada itu, Jadi yang membakar rumah itu salah," kata Kalla.
Meurut Kalla, kebebasan beragama, dijamin Undang-Undang Dasar dan hal itu tidak perlu dikuatirkan. "Memang harus ada ketentuan agar semua orang menjaga kehormatannya menjalankan agama sebaik-baiknya," kata Kalla.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|