Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hashim Djojohadikusumo Masih Simpan Puluhan Benda Purbakala
Jum'at, 21 Desember 2007 | 09:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo diketahui masih menyimpan sedikitnya 21 benda cagar purbakala. Enam diantaranya adalah fosil dari situs Sangiran berupa fosil gading dan rahang gajah yang masih utuh. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah masih berusaha untuk mencari informasi asal muasal benda-benda yang dilindungi undang-undang tersebut.

"Hasil inventarisasi yang dilakukan Direktorat Purbakala menyebutkan ada 22 benda purbakala yang disimpan Hashim. Tetapi satu arca, yakni arca Nandisawahanamurti,
yang merupakan arca khas dari Candi Dieng yang masih utuh sudah dikembalikan. Kami belum mengetahui darimana koleksi-koleksi tersebut diperoleh Hashim," kata Ketua
Pokja Perlindungan BP3 Jawa Tengah, Lambang Babar Purnomo saat dihubungi, Jum'at (21/12).

Lambang mengakui belum melihat sendiri ke-21 koleksi benda purbakala milik Hashim tersebut. Dia hanya membaca laporan hasil inventarisasi Direktorat Purbakala yang
disertai foto-foto koleksi. Namun dia memastikan enam fosil tersebut berasal dari situs purbakala Sangiran, Sragen. Alasanya, bentuk fosil itu sempurna dan situs yang memiliki temuan bentk sempurna hanya di Sangiran.

"Kemungkinan fosil itu dijual oleh penemu fosil bukan dari koleksi museum seperti arca Nandisawahanamurti atau lima arca lain yang sudah disita sebelumnya," kata dia.
Menurut Lambang BP3 akan melaporkan keberadaan enam fosil gading dan rahang gajah tersebut ke Polres Sragen.

Dia mengatakan polisi diharapkan melakukan penyelidikan
karena sebelumnya Polres Sragen pernah menangkap seorang warga Sangiran yang tertangkap tangan hendak membawa fosil dari luar situs. "Kami berharap Hashim bersedia menyerahkan sukarela seperti saat menyerahkan arca Nandisa," katanya.

Sebelumnya, Poltabes Solo menyita lima arca kuno dari kediaman Hashim. Kelima arca tersebut merupakan koleksi Museum Radya Pustaka yang dijual oleh kepala museum KRH
Darmodipuro dan pegawainya kepada pedagang antik, Heru Suryanto. Belakangan setelah BP3 melakukan pendataan ulang dan menemukan adanya koleksi museum yang hilang lagi,Hashim mengembalikan arca yang juga merupakan koleksi museum tersebut. imron rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113934 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data