|
Yusril Terima Tugas Khusus dari Presiden
Jum'at, 21 Desember 2007 | 17:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mendapat tugas khusus di bidang hukum dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jumat siang tadi (21/12), pendiri Partai Bulan Bintang ini bertemu khusus dengan Presiden di kediaman pribadi Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor.
"Ada tugas khusus, tapi tidak bisa saya bilang. Nanti akan saya sampaikan selanjutnya. Berkaitan dengan analisis masalah hukum," kata Yusril Ihza Mahendra melalui telepon, usai bertemu Yudhoyono,
Walaupun di copot sebagai Menteri Sekretaris Negara Mei lalu, Yusril mengatakan sering bertemu Yudhoyono di Cikeas. Pertemuan terakhir menurutnya terjadi 10 hari silam.
Selain memberikan analisis hukum, Yusril mengaku berbicara dengan Presiden mengenai profesi barunya sebagai bintang film layar lebar. Saat ini, dia masih menjalani syuting film “Laksamana Cheng Ho”. Rencananya, film ini akan diputar Februari 2008 mendatang. "Pada 8 Januari nanti syuting lagi. Masih ada 20 persen yang belum selesai," ujarnya.
Yusril membantah kedatangannya ke Cikeas berkaitan dengan pencalonannya sebagai duta besar. "Duta besar saya tidak mau. Tidak bakat saya," ujarnya.
Yusril adalah salah satu menteri yang terkena gelombang reshuffle tahap dua, bersama Menteri BUMN Soegiharto, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, dan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Saat mencopot keempatnya pada Mei lalu, Presiden mengusulkan mereka sebagai duta besar.
Selain Yusril, ketiga bekas menteri itu beberapa waktu lalu sempat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Namun, dalam pengujian itu DPR hanya menerima Hamid dan Abdul Rahman Saleh untuk menjadi duta besar. Sedangkan Soegiharto, yang dicalonkan Presiden untuk menjadi duta besar di Inggris Raya dinyatakan tidak lolos. Sutarto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|