Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Departemen Agama Bantah Tak Sediakan Kemah
Sabtu, 22 Desember 2007 | 00:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen agama membantah klaim ada kekurangan kemah di Padang Arafah bagi jemaah haji yang melakukan wukuf. Kalau ada yang mengklaim tidak mendapat tempat, kata Abdul Ghafur Djawahir, Direktur Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, mungkin akibat ada rombongan yang tidak mau dipisahkan sehingga berjubel di satu tempat. "Semua pasti dapat tempat," katanya kepada Tempo, kemarin.

Ghafur menjelaskan setiap kemah berukuran 4 x 4 meter layaknya dihuni oleh 16 hingga 20 anggota jemaah. Untuk mendapatkan kemah, jemaah memang harus menunggu. Saat menunggu itu, biasanya jemaah yang belum mendapat jatah menumpang di kemah jemaah yang telah mendapat kemahnya, sehingga harus menumpuk di dalam atau menunggu di luar kemah. Dalam keadaan seperti itu, jemaah yang sudah mendapat kemah mengeluh karena tempatnya terlalu penuh.

Dua hari lalu seorang anggota jemaah mengeluhkan penyediaan kemah yang dianggap tak memadai untuk wukuf di Arafah. Mereka mencontohkan satu petak kemah dengan ukuran 4 x 4 meter harus ditempati 25 orang. "Kami ditempatkan seperti kambing," kata Heri Warsal, anggota jemaah kelompok terbang XII dari Sumatera Utara.

Menurut Ghafur, jemaah yang mengeluh kekurangan tempat ada kemungkinan tidak mendapatkan sosialisasi yang cukup sehingga tidak siap. Kondisi di Arafah memang berbeda dengan di Mekah, yang penginapannya menggunakan apartemen. "Jika mereka siap mental untuk beribadah, apa pun kondisinya seharusnya tidak mengeluh," ujarnya.

Sementara itu, Majelis Pengurus Pusat Rabithah Haji Indonesia (The Indonesian Haji Association) menyarankan agar pemerintah menerapkan kontrak pemondokan jangka panjang untuk menyiasati harga sewa rumah yang semakin mahal.

Dengan langkah ini, pembagian kamar dapat dilakukan saat jemaah masih di Indonesia sehingga mereka tidak perlu berebut. Biaya sewa pun akan murah. "Jemaah haji Malaysia sebelum berangkat ke Tanah Suci sudah memegang kunci rumah atau kamar," Ketua Umum MPP Rabithah Haji Indonesia Ade Marfuddin memberi contoh.

Pemerintah Malaysia, ia melanjutkan, juga membekali jemaah dengan informasi yang benar dan jujur soal kondisi pemondokan. Sehingga jemaah bisa melakukan antisipasi. | Aqida Swamurti | Ninin Damayanti

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pengurusan Haji  | 06 April 1999
Arifin Panigoro  | 23 Maret 1999
Rimba Dana Abadi  | 02 Maret 1999
Sudah Mahal, Dipalak Pula  | 02 Maret 1999
Tabung Sepuluh Ringgit  | 02 Maret 1999
Haji Incorporated: Bisnis, Kolusi, dan Manipulasi  | 02 Maret 1999
Berhaji Mahal tanpa Rasa Kesal  | 02 Maret 1999
Paket haloHAJI Telkomsel  | 23 Pebruari 1999
Kloter Khusus ke Tanah Suci  | 09 Pebruari 1999
Jemaah Haji Sandal Jepit | 01 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

228 Calon Haji dari Solo Gagal Berangkat
Departemen Agama Akan Tegur Maskapai Saudi
Departemen Agama Bantah Tudingan ICW Soal Dana Haji 2006
Muhammadiyah Dukung Pembatasan Haji
Enam Calon Haji dari Embarkasi Solo Meninggal
109 Calon Haji Gagal Berangkat dari Solo
Konjen RI Tangani Kasus Haji Gelap di Mekkah
Menteri Agama Jamin Jamaah Haji Tak Akan Kelaparan
Anggota DPR Pengawas Haji Hanya 19 Orang
Jusuf Kalla : Tragedi Katering Haji Tak Boleh Terulang
> selengkapnya...

Referensi

Keppres No. 49/2004 tentang Biaya Penyelenggaraan Haji 2005
Keppres No. 22/2001 tentang Badan Pengelola Dana Abadi Umat
Kepres RI No. 45 Thn.2003 Tentang Biaya Penyelenggara Ibadah Haji Thn. 2004
> selengkapnya...

Website

Informasi Haji - Depag
Situs Informasi Haji
Departemen Agama
Majelis Ulama Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113976 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data