Bakar Keranda Mayat dan Ban Bekas, Tolak Pilkada Ulang
Sabtu, 22 Desember 2007 | 16:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aksi protes atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan Pilkada
ulang di empat kabupaten di Sulawesi Selatan, terjadi dibeberapa tempat di Makassar. Ada yang yang membakar keranda mayat ada juga yang membakar ban bekas di sejumlah jalan di Makassar, Sabtu (22/12).
Forum Mahasiswa Pettarani misalnya melakukan aksi penolakan Pilkada ulang dengan membakar ban bekas di separuh jalan raya di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), meski tidak mengakibatkan macet, tetapi arus lalu lintas lambat karena separuh jalan ditutup, dan beberapa mahasiswa membagikan pernyataan sikap kepada
pengguna jalan raya.
Penolakan serupa dilakukan oleh massa partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel, yang mengusung keranda mayat bertuliskan 'MA dan Dollar', dari markas partai
PDK Sulsel menuju kantor KPU Sulsel yang sama-sama terletak jalan AP Pettarani.
Sesampainya di kantor KPU, para pengunjukrasa ini meminta agar ketua KPUD Sulsel, Mappinawang menemui mereka. Hal tersebut dipenuhi Mappinawang, yang kembali
memberikan penjelasan rencana langkah KPU kedepan menyikapi putusan MA.
Selanjutnya mereka membakar keranda mayat tersebut sebagai simbol protes atas putusan MA yang dinilai banyak keganjilan didalamnya.
Dalam pernyataan sikap pengunjukrasa ini meminta agar seluruh masyarakat diempat kabupaten menolak pilkada ulang, karena pilkada ulang bukan solusi demokrasi rakyat
di Sulsel, mendesak KPUD Sulsel untuk tetap melanjutkan proses penetapan Sayang sebagai pemenang Pilkada Gubernur Sulsel 2007. Menghimbau agar seluruh rakyat Sulsel
bersatu melawan kezaliman, serta menyayangkan sikap Jusuf Kalla. Irmawati




Komentar Anda :