|
Kekerasan Terhadap Wartawan Masih Dominan di 2007
Kamis, 27 Desember 2007 | 15:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sepanjang tahun 2007, tindakan kekerasan baik fisik maupun non fisik terhadap wartawan masih dominan. Menurut pantauan Lembaga Bantuan Hukum Pers, jumlah kekerasan fisik yang terjadi selama 2007 ini sebanyak 20 kasus.
Kekerasan fisik yang terjadi biasanya berupa penganiyaan, pemukulan, pelemparan atau pengeroyokan terhadap insan pers ketika sedang melakukan peliputan.
Sementara kasus kekerasan nonfisik sebanyak 23 kasus. Biasanya kasus seperti pelarangan peliputan, pengusiran dan perampasan alat kerja pers.
"Kekerasan nonfisik yang paling mengancam kebebasan pers adalah pelaporan secara hukum melalui pemberitaan atau peliputan yang dilakukan wartawan dianggap sebagai upaya pencemaran nama baik," kata Kepala Divisi Non Litigasi LBH Pers Muhammad Halim dalam jumpa pers akhir tahun, Kamis (27/12).Ia mencontohkan kasus Riau Asia Pulp and Paper (RAPP) melawan Majalah dan Koran Tempo.
Denda yang tinggi, seperti dalam perkara Majalah Time vs Soeharto, kata Halim, juga merupakan bentuk baru pembredelan pers.
Kepala Divisi Litigasi LBH Pers Sholeh Ali mengatakan,
untuk kasus kekerasan fisik, LBH Pers telah mendampingi 5 wartawan. Purborini
INDEKS BERITA LAINNYA :
|