Situs Porno di Sekolah Tak Bisa Dihancurkan
Kamis, 27 Desember 2007 | 17:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Romi Satria Wahono mengatakan keberadaan situs porno tidak bisa dihambat. Saat ini, ada lebih dari 1,3 miliar halaman situs porno yang ada dalam jaringan internet.
"Kontribusi dari situs porno tersebut mencapai 18 miliar dolar pertahun," ujarnya dalam diskusi bertema "Siapkah Sekolah Menerima Internet" di Jakarta, Kamis (27/12).
Bisnis pornografi, ia melanjutkan, mencapai angka 80 persen dari seluruh bisnis yang ada. Sebanyak 60 persen dari 1 miliar pengguna internet dunia membuka situs porno saat terkoneksi dengan jaringan. "Dalam setahun ada 600 film porno baru yang diproduksi," kata Romi.
Kalaupun ditutup, situs porno yang ada dalam jaringan bisa menggunakan identitas lain untuk situsnya. "Tinggal menambah angka 1 atau 2 di belakangnya, dan situs bisa dioperasikan lagi," ujarnya. Reh Atemalem Susanti
Komentar (8)
situs porno itu sangatn baik untuk perkembangan seksualitas anak bangsa.
kalo ga nonton film porno nanti bisa JADI HOMO
gimana caranya bisa bikin software yang bisa nangkal !!!?
mau serius??? buka seminar.
ayooo lawan warnet˛ sampah demi anak2 kita nanti.
Tolong kalau menanggapi komentar gunakanlah bahasa yang bagus dan sopan!!! Namanya juga komentar ya tentu belum lengkap. Kalau mau yang lengkap tentu harus kontak langsung sama yang kasih komentar!
Bisa kok...salah satu sekolah di Malang aku pasangi software anti situs porno dan hasilnya 100% siswa tidak dapat melakukan aktivitas pornografi...
- 1
- 2

