Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Dinilai Gagal Mengembangkan Ekonomi Mikro
Kamis, 27 Desember 2007 | 18:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor Malik Haramain mengatakan pemerintah gagal mendongkrak kesejahteraan masyarakat karena kebijakan yang selama ini diambil bersifat populis. "Pemerintah harus mengambil kebijakan strategis," katanya dalam refleksi akhir tahun di Sekretariat Gerakan Pemuda Ansor Jakarta, Kamis (27/12).

Kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah, kata dia, tidak berimbang dan cenderung merugikan masyarakat bawah. Secara makro, lanjutnya, perekonomian membaik. "Stabilisasi rupiah cukup baik dan cadangan devisa kuat," katanya.

Namun pertumbuhan ekonomi makro tidak diimbangi pertumbuhan ekonomi mikro. Kegagalan pemerintah menguatkan ekonomi mikro, lanjutnya, terlihat dari makin bertambahnya jumlah orang miskin dan penganggur. "Secara mikro kita sangat terpuruk," katanya. Padahal, lanjutnya, yang langsung menyentuh persoalan dan kebutuhan masyarakat adalah ekonomi mikro.

Pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan hal serupa. Perekonomian, kata dia, hanya dikuasai kalangan menengah ke atas sementara kalangan bawah terpuruk. "Kalau dipandang dari satelit, dari luar angkasa, bagus semua. Tapi sebenarnya berantakan," katanya.

Ia mencontohkan keberhasilan pemerintah dibidang saham. Namun kenaikan sektor saham tersebut, kata dia, 70 persennya dinikmati pihak asing. "Sementara upah buruk pabrik dan petani negatif," katanya.

Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat Anas Purbaningrum membantah jika pemerintah dituding gagal mengembangkan perekonomian. "Ekonomi kita tumbuh lebih baik. Tahun ini indeksnya 6,3 persen, inflasi terjaga baik sekitar 6 persen dan cadangan USD 64 miliar," katanya.

Ia meminta semua pihak bersikap optimis. Tahun 2008 nanti, kata dia, situasi akan terus bertambah baik. "Kalau yang kita produksi adalah pesimisme, siapapun yang memimpin bangsa tentu akan sulit untuk terus maju berkembang," katanya. Dwi Riyanto Agustiar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114252 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data