|
Oposisi Anggap Pemerintah Gagal Penuhi Janji Kampanye
Kamis, 27 Desember 2007 | 23:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung menyatakan pemerintah gagal memenuhi target pengurangan jumlah orang miskin dan pengangguran. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran dianggap tidak signifikan. "Momentum merealisasikan janji kampanye sulit dipenuhi. Padahal kemiskinan dan pengangguran merupakan persoalan utama," katanya ketika dihubungi Tempo, Kamis (27/12).
Yudhoyono-Kalla, kata Pramono, di masa kampanye menjanjikan penurunan jumlah pengangguran dan orang miskin dalam 5 tahun. SBY-JK menargetkan pada tahun 2009 kemiskinan menjadi 8 persen dari jumlah penduduk. Target angka pengangguran pada tahun yang sama adalah 5,1 persen dari jumlah penduduk.
Sebelumnya Yudhoyono menyebutkan angka kemiskinan Indonesia sekitar 16 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Adapun bekas pesaing Yudhoyono, Wiranto, dalam sebuah iklan menyebutkan kemiskinan sekitar 49 persen berdasarkan data Bank Dunia.
Menurut Pramono, yang partainya memilih menjadi oposisi terhadap pemerintah, duet Yudhoyono-Kalla juga tak mampu menyelesaikan kekerasan di masyarakat. Hingga kini, katanya, masih terjadi penyegelan gereja dan penyerbuan terhadap jemaah Ahmadiyah. "Pemerintah seharusnya mampu melindungi warga negaranya," katanya.
Pemberantasan korupsi pun masih terkesan tebang pilih. Janji pemerintah dalam pemberantasan korupsi belum dapat terealisasi optimal.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Rully Chairul Azwar mengatakan keamanan dalam negeri selama pemerintahan Yudhoyono-Kalla relatif stabil. Namun, bentuk sistem demokrasi yang masih labil menjadi hambatan pemerintah dalam menjalankan tugas.
Selain itu, kata dia, bencana alam menjadi kendala yang tak pernah bisa diduga. "Itu tantangan terberat pemerintah, siapa pun yang berkuasa," katanya.
KURNIASIH BUDI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|