Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Kutuk Pembunuhan Benazir Bhutto
Kamis, 27 Desember 2007 | 23:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk aksi pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto. "Pemerintah Indonesia ikut berduka pada keluarga dan bangsa Pakistan. Kami berharap keamanan dan ketertiban di Pakistan dapat dipulihkan, hukum ditegakkan, dan demokrasi dihormati," kata presiden, di kantor kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/12) malam.

Presiden berharap aksi kekerasan di Pakistan tidak berkembang lebih buruk. Bhutto tewas ditembak sebelum penembak meledakkan diri. Ledakan terjadi dalam iring-iringan di jalan. Menurut Presiden, Indonesia akan belajar dari pengalaman Pakistan.

"Saya akan keluarkan instruksi pada polisi, badan intelejen dan Tentara Nasional Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan kompetisi politik berjalan aman dan tertib," kata dia.

Saat ini, kata Yudhoyono, kompetisi berlangsung dalam pemilihan kepala daerah. Dia memperkirakan pada 2008 sudah ada kegiatan politik mempersiapkan Pemilu 2009.

Aparat diperintahkan memberi perlindungan keselamatan fisik kepada para tokoh politik baik pada tingkat pusat maupun daerah yang mengikuti kompetisi politik. "Itu yang akan dilakukan dalam negeri, mengambil pelajaran berharga kejadian hari ini di Pakistan," ujar Yudhoyono.

Pernyataan serupa juga disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Soeryo Legowo. Dia menyatakan pemerintah Indonesia mengutuk tindakan pembunuhan politik terhadap bekas perdana Menteri Benazir Bhutto dan sejumlah pengikutnya pada saat melakukan kampanye di Rawalpindi.

"Dengan ini Pemerintah Idnonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah dan bangsa Pakistan," kata Kristiarto.

Pemerintah Indonesia, kata dia, merasa prihatin atas lingkaran kekerasan politik dari berbagai penjuru yang terus berlangsung di Pakistan. Ia berharap pemerintah Pakistan dapat segera memulihkan siatuasi dan memajukan stabilitas politik dengan menempuh cara-cara adil dan demokratis.

Sutarto, Titis Setyaningtyas


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114280 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data