Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Kudus Mengungsi
Jum'at, 28 Desember 2007 | 11:25 WIB

TEMPO Interaktif, Kudus:Sekitar 13 ribu warga desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, mengungsi di gedung olah raga Waru Wetan akibat sungai Wulan dan Sungai Lusi yang meluap. "Ada sekitar 20 persen dari total warga 66 ribu jiwa kami ungsikan," kata Camat Undaan Joko Dwi Putranto, Jumat (28/12).

Selain di GOR Wergu Wetan, mereka mengungsi ke rumah sanak saudaranya, di tepi tanggul dan bertahan menunggui harta miliknya seperti hewan kambing dan kerbau. Tinggi air di perkampungan itu berkisar satu meter lebih. Hingga Jum'at siang, belum ada korban akibat bencana banjir. Pihak Pemerintah Kabupaten Kudus juga belum mengalirkan bantuan kepada warga yang mengungsi.

Kebanyak mereka yang mengungsi berasal dari Desa Kutuk, Desa Undaan Tengah, Undaan Kidul, Kalirejo, Medini, Wonosoco, dan Undaan Lor. Para pengungai itu dijemput mobil- mobil bantuan dari Polres Kudus, PT Djarum, PT Nojorono, PT Pura dan milik pribadi warga lain yang dikerahkan untuk membantu evakuasi ini. Banjir yang melanda wilayah Undaan ini , sama besar dengan banjir yang terjadi tahun 1993.

Luapan sungai Wulan, sungai Juwana, sungai Serang dan Sungai Lusi merendam ribuan hectare sawah tanaman padi dan perkampungan warga di wilayah Kecamatan Undaan, Mejobo, Jati, Kaliwungu dan Jekulo.

Dam pengendali banjir Wilalung yang salah satu pintunya jebol seminggu lalu, dituding awal penyebab banjir ini. Sebab tinggi debit keempat sungai itu mencapai 1.100 kubik/detik, sementara batas kemampuan sungai Lusi, Serang dan Wulan hanya 720 kubik/detik dan sungai Juwana 120 kubik/detik.


Akibatnya puluhan tanggul di tiga sungai itu dadal. Ancaman banjir agar tidak semakin serius, ratusan warga setempat berusaha untuk menambal tanggul- tanggul yang kritis dan dadal itu. "Kami semalam tidak tidur, berjaga untuk menyelamatkan tanggul- tanggul ini," ujar Suradi, warga Undaan Tengah.

Bandelan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114310 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan
13.329 Pejabat Fungsional Kabupaten Malang Belum Terima Rapelan

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data