Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bantuan Rehabilitasi Banjir Malang Rp 13,5 Miliar
Jum'at, 28 Desember 2007 | 12:59 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyediakan dana sebesar Rp 13,5 miliar bantuan dan rehabilitasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Malang.

Dana berasal dari dana cadangan anggaran pendapatan belanja daerah sebesar Rp 10 miliar dan Kantor Kesejahteraan Rakyat dan Sosial sebesar Rp 3,5 miliar. "Anggaran tersebut memang murni untuk bencana dan siap dicairkan," kata Pejabat Sementara Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kukuh Banendro, Jumat (28/12).

Menurut Kukuh, Pemerintah Kabupaten Malang memprioritaskan penanganan bencana bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga korban banjir dan tanah longsor. Selain itu, katanya, mereka membersihkan lingkungan dan pembukaan akses ekonomi di daerah bencana.

Adapun tahap rehabilitasi akan dilakukan setelah penanganan bencana terselesaikan. "Rehabilitasi akan diprioritaskan pada infrastruktur pelayanan masyarakat, seperti jembatan dan jalan," ujarnya.

Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Malang terjadi Rabu (26/12) lalu. Kejadian yang menimpa 12 kecamatan ini mengakibatkan tiga warga tewas, ratusan rumah terendam banjir, puluhan rumah rusak, dan puluhan jembatan ambrol, dan sejumlah jalan putus.
Dari 12 kecamatan tersebut, lokasi terparah berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Desa Sitiarjo hingga kini masih terisolir karena jalanan masih tertimbun tanah longsor dan juga terendam air setinggi 1,5 meter. Akses jalan yang terkena longsoran berada di Kilometer 56 jalan Provinsi Malang-Sendang Biru.

Longsoran tanah memenuhi badan jalan sehingga tidak bisa dilalui oleh segala jenis kendaraan. Selain itu, air juga masih menggenangi jalan raya, perumahan penduduk, dan persawahan.

Satlak PB saat ini masih terus mengevakuasi warga menggunakan perahu karet dan mendistribusikan makanan dan obat-obatan. Distrubusi makanan dan obat-obatan, selain dilakukan lewat jalur air juga dilakukan lewat jalur udara. Untuk jalur udara, distribusi dilakukan oleh Lanud TNI AU Abdrachman Saleh Malang dengan menggunakan pesawat Cassa 212.

Bibin Bintariadi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114322 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data