|
Soal Pilkada
Presiden Tengarai Ada Manuver Tak Sehat
Jum'at, 28 Desember 2007 | 18:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menengarai ada manuver tidak sehat yang dilakukan para calon kepala daerah yang tidak lolos dalam proses pemilihan kepala daerah.
Berbicara dalam konferensi pers di Istana Negara, Jumat (28/12), Presiden mengaku mendengar beberapa calon kepala daerah yang tidak lolos memunculkan ide pemekaran wilayah. Ada juga yang mempengaruhi orang lain untuk memboikot program pemerintah daerah.
"Itu manuver yang tidak sehat. Saya kira itu keluar dari konteks dan akan menimbulkan permasalahan baru," kata Presiden.
Presiden Yudhoyono mengharapkan sengketa pemilihan kepala daerah diselesaikan sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku. Jika ada perbedaan penafsiran tentang hasil pemilu, lanjut dia, harus diselesaikan lewat Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Agung.
Dia menekankan agar mencegah kekerasan dan pengerahan massa jika terjadi sengketa pilkada. Jika terjadi masalah pilkada, kata Yudhoyono, kontestan agar bisa menahan diri, berjiwa besar, berpikir jernih, serta tidak mengkorbankan stabilitas dan kerukunan.
"Jangan karena ada masalah pilkada, massa dimobilisasi sehingga berdampak buruk menganggu jalan pemerintahan," ujarnya.
Yudhoyono mengatakan persoalan pilkada juga dipicu mahalnya ongkos politik yang dikeluarkan para kontestan. "Saya dengar ternyata ongkos pilkada itu begitu mahal. Kalau ongkos politik mahal, maka selesai kompetisi hampir pasti menimbulkan masalah," ujarnya.
Karena itu, katanya, ia dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan pemilihan yang efisien, hemat, dan tidak mengahambur-hamburkan uang. Dia juga melarang kontestan mengeluarkan dana untuk pemilu yang jumlahnya di luar kepantasan.
Kalau itu ditempuh, Yudhoyono menduga dana-dana itu dikumpulkan dari cara dan sumber yang tidak benar. "Ongkos politik selalu ada, namun jumlahnya mesti wajar, dari sumber dan cara yang benar," kata dia.Sutarto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|