|
Presiden: Minat Baca Masyarakat Rendah
Jum'at, 28 Desember 2007 | 23:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui minat baca masyarakat Indonesia masih rendah.
"Kita lebih senang budaya lisan atau tutur. Kita belum menjadi society book reader dan writter," kata Presiden Yudhoyono, Jumat(28/12), saat peluncuran buku “Indonesia On the Move” di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur.
Rendahnya minat baca itu dapat dilihat dengan sedikitnya toko buku jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Apalagi, lanjut Presiden, ada kesesatan berpikir dalam masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa 'tidak perlu teori, yang penting praktek'. Banyak yang perpandangan text book thinking tidak baik. "Saya tidak setuju. Saya tolak cara pandang seperti itu," ujarnya.
Bagi dirinya, membaca adalah salah satu bentuk investasi. "Saya sering beli buku. Sabtu-Minggu selama 2-3 jam me-refresh pengetahuan saya," ujar Yudhoyono. Menurutnya, bangsa yang berhasil harus terus belajar dengan cara banyak membaca.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama juga mengatakan minat baca Indonesia bahkan lebih rendah dari Vietnam. Jumlah konsumsi kertas cetak di Indonesia juga terendah di antara negara-negara tetangga. Apalagi, lanjut pendiri Kompas ini, angka buta aksara mencapai 18,1 juta. Sutarto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|