Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penanganan Korban Banjir di Bojonegoro Belum Maksimal
Minggu, 30 Desember 2007 | 12:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penanganan korban banjir di kabupaten Bojonegoro belum bisa dilakukan secara maksimal. Warga yang berada di desa-desa yang terisolir hingga Minggu (30/12-2007) tidak bisa dievakuasi meskipun rumah mereka sudah tergenang hingga 3 meter dan hanya berdiam diatas atap rumah. Pemantauan terhadap kondisi korban juga terkendala komunikasi akibat terputusnya aliran listrik.

Pemerintah kabupaten Bojonegoro hanya bisa mendiistribusikan bantuan berupa mie instant dan air minum kemasan dengan helikopter. Bantuan dibuang langsung dari udara. Pendistribuasian juga belum bisa menjangkau seluruh wilayah bencana.

Saat ini sudah tersedia 3 unit helikopter. Namun tidak bisa dioperasikan secara bersamaan, melainkan terbang bergantian.

Selain helikopter juga terdapat 15 perahu karet. 9 unit dari Basarnas Jawa Timur, dan 6 unit dari Marinir. Menurut Hermanto, Kepala Seksi Operasi Basarnas Jawa Timur, Sore ini akan ditambah 13 perahu karet. Dengan seluruh perahu karet yang ada, dupayakan untuk melakukan evakuasi warga, terutama di daerah-daerah yang terisolasi.

Dibandingkan dengan jumlah desa yang terendam, jumlah helicopter maupun perahu karet belum cukup.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah desa yang tergenang 117 desa yang tersebar di 14 kecamatan. "Untuk menangani evakuasi di dalam kota saja kewalahan," kata Hermanto dari Basarnas Jawa Timur.

Sementara itu bupati Bojonegoro M. Santoso, ketika ditanya Tempo, belum bisa merinci jumlah kerugian yang diakibatkan bencana banjir. Santoso mengatakan lebih mengutamakan penyelamatan para korban. Pemerintah kabupaten Bojonegoro menyiapkan anggaran Rp 900 juta.

Santoso yang kalah dalam pilkada, mengaku belum mendapatkan data dan laporan tentang kondisi kesehatan para korban banjir, terutama di desa-desa yang terisolir. Padahal, warga sudah terisolir sejak Kamis (27/12-2007). "Belum ada data dari Puskesmas setempat," katanya kepada Tempo. Rohman Taufik


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114450 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data