|
Menteri Agama Bantah BPIH Diselewengkan
Kamis, 03 Januari 2008 | 14:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Agama M. Maftuh Basyuni menyangkal adanya dugaan penyalahgunaan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2006. Ia meminta Indonesian Corruption World (ICW) memberikan bukti bahwa Depag tidak transparan dalam penyelenggaraan haji.
"Coba suruh buktikan kalau kita memang korupsi, mau nuduh apa lagi. Kita sudah telanjang begini," kata Maftuh usai meresmikan Hari Amal Bakti ke-62 di Departemen Agama, Kamis (3/1).
Ia tidak menyangkal anggapan masyarakat bahwa Departemen Agama masuk kategori lembaga terkorup. "Saya setuju dengan anggapan itu," katanya. Namun ia membantah tudingan korupsi, kolusi dan nepotisme masih terjadi dalam tubuh departemen tersebut.
Beberapa waktu lalu, ICW menyebutkan ada dugaan penyelewengan dana penyelenggaraan ibadah haji tahun 2006 sebesar Rp 387,3 miliar. Dugaan itu diperoleh dari temuan BPK dalam laporan keuangan Depag tahun anggaran 2006.
Mantan duta besar di Arab Saudi ini meminta masyarakat memberikan bukti nyata jika korupsi memang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji. "Kalau memang masih, tolong tunjukan siapa yang korupsi," katanya.
Ia menegaskan departemen agama sudah mulai berbenah. Menurutnya saat ini tidak ada korupsi, kolusi, dan nepotisme lagi. "Saya minta kata-kata saya ini dites dan dibuktikan untuk perbaikan kedepan," katanya.
NININ DAMAYANTI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|