Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penanganan Banjir Jakarta Tunggu Instruksi Presiden
Kamis, 03 Januari 2008 | 21:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Konsep penanganan banjir DKI Jakarta masih menunggu penekenan instruksi presiden. Dalam konsep itu pemerintah juga mengatur penanggulangan banjir secara nasional.

Menurut Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane Departemen Pekerjaan Umum Pitoyo Subandrio, instruksi presiden itu telah dikirim ke Sekretariat Negara pada 12 April 2007. "Sampai sekarang belum ada kabarnya lagi," ujarnya kepada Tempo di ruangannya, Kamis (3/1).

Ia menjelaskan bahwa dalam instruksi itu terdapat konsep penanganan banjir Jakarta yang meliputi jembatan Kalibata yang nyaris hanyut dalam banjir tahun lalu. "Kalibata dan penanganan banjir lainnya sudah ada dalam konsep rencana instruksi presiden," jelas dia.

Menurut Pitoyo, jembatan Kalibata dan Casablanca rawan hanyut akibat arus banjir yang melintas di bawahnya. Penyebabnya, tumpukan sampah yang menyangkut di bagian bawah jembatan. "Sampahnya luar biasa," katanya. Bahkan, ia melanjutkan, tumpukan sampah di Sungai Ciliwung yang melintasi Kalibata bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Hal ini tak terjadi di 1980an. Ketika itu, kata dia, Sungai Ciliwung masih digunakan untuk menghanyutkan bambu dari Bogor. Artinya, debit air sungai masih cukup dan tak ada sampah.

Bantaran Ciliwung yang membentang dari Kampung Melayu hingga Manggarai, didiami 71 ribu kepala keluarga atau 350 ribu jiwa. Pitoyo mengatakan, masyarakat yang tinggal di bantaran kali kerap menyulitkan pihaknya untuk memelihara infastruktur, salah satunya Cakung Drain yang dibuat pada 1980an. "Kalau mau operasi dan pemeliharaan, satu-satunya jalan harus masuk lewat laut dengan kapal keruk," jelasnya.

Ia juga meluruskan kesalahpahaman di masyarakat mengenai bendungan Katulampa. "Katulampa bukan segalanya. Jika jebol, tak ada pengaruhnya sama sekali ke Jakarta," tegas dia. Bendungan itu, lanjut dia, berfungsi untuk meninggikan elevasi muka air agar bisa dialirkan ke areal persawahan. Fungsi ini berbeda dengan waduk yang digunakan untuk menampung air. "(Waduk) jebol, wassalam."

Kesalahan yang lain yakni istilah "banjir kiriman". "Salah kaprah," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa air, secara alamiah, mengalir mengikuti gravitasi, dari daerah tinggi ke rendah. "Air dari atas memang harus ke Jakarta," kata dia. Masalahnya, lanjutnya, daerah Jakarta berbentuk cekungan sehingga air yang masuk harus dikeluarkan dengan pompa.

Saat ini Ciliwung berada dalam siaga tiga dengan elevasi tertinggi 830 cm. Pitoyo mengatakan bahwa banjir tahun ini lebih berbahaya ketimbang sebelumnya. Pasalnya, banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan naiknya muka air laut. "Kondisinya berbahaya. Mau buang (air) ke laut tapi tak bisa," katanya. Rieka Rahadiana

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Menggantung Harap di Kanal Timur  | 19 Januari 2004
Membuang Situ, Mendulang Banjir | 20 September 2004
Jakarta Banjir, Bang Yos Pusing  | 17 Pebruari 2003
Jejak Maya | 06 Januari 2003
Jalan Tengah di Kapuk  | 01 April 2002
Banjir Menggugat Pemerintah  | 18 Maret 2002
Kawasan Puncak, Banjir, dan Kekeringan | 25 Pebruari 2002
Wibawapraja Tak Lagi Berwibawa | 25 Pebruari 2002
'Waterworld' ala Petamburan  | 18 Pebruari 2002
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Banjir di Jakarta Barat Mulai Surut
Sejumlah Wilayah Tergenang Banjir
Waspadai Banjir Akibat Pasang
Jakarta Masih akan Mendung dan Hujan
9 Kelurahan di Jakarta Tergenang Banjir
Akibat Banjir Pasang, 23 Jadwal Penerbangan Tertunda
Tol Menuju Bandara Soekarno-Hatta Terputus Karena Banjir Pasang
Ketinggian Air di Manggarai Menurun Pagi Ini
Ciliwung Kembali Normal
Ketinggian Air di Ancol Naik
> selengkapnya...

Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114743 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan
Solar Langka di Tegal
Kemarau Tiba, Petani Cilacap Kekurangan Air
Tarif Hotel Akan Naik 20 Persen
Tersangka Pengelapan Pajak Bisa Bertambah

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data