Soeharto didoakan Tetangganya di Solo

Minggu, 06 Januari 2008 | 13:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan warga Kampung Kalitan, Kalurahan Penumping, Laweyan, Solo, Minggu (6/1) melakukan doa bersama untuk kesembuhan mantan Presiden Soeharto di Masjid Al Fajar. Mereka membacakan surat Al Yassin hingga tiga kali seusai sholat dluhur berjamaah dipimpin takmir masjid, Abu Bakar. "Agar pak Harto diberi kesembuhan dan umur panjang," kata Abu Bakar sebelum membaca surat Yassin.

Sebelum membaca surat Yassin, Abu Bakar juga mengajak sholat sunat dua rekaat untuk meminta kesembuhan Soeharto. Menurut Abu Bakar, sebenarnya lebih afdhol kalau surat Yassin dibaca sebanyak 41 kali, tetapi karena memakan waktu panjang, jamaah hanya akan membaca sebanyak tiga kali. "Akan lebih baik lagi kalau ada yang membaca surat Ar Ra'du," kata dia.

Tidak kurang dari 40 jamaah Al Fajar, baik lelaki dan perempuan dari anak-anak hingga orang tua ikut membacakan surat Yassin di dalam masjid yang terletak di samping Ndalem Kalitan, kediaman pribadi Soeharto. Terlihat pula mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif yang dulu mendiami rumah di belakang masjid tersebut.

Maryati (65), salah seorang warga Kalitan yang ikut mendoakan Soeharto mengatakan tergerak ikut membacakan surat Yassin karena ingin tetangga yang diakui tidak dikenalnya secara pribadi itu sembuh. "Soal diberi kesembuhan atau tidak, diserahkan ke Yang Kuasa. Saya memang tidak kenal langsung dengan pak Harto, tapi belia kan juga warga Kalitan," ujarnya.

Sementara itu Zaenal mengatakan sedikit banyak, warga Kalitan memiliki hubungan dengan Soeharto. Dia mengakui meski bertetangga, namun warga Kalitan hanya bisa melihat dari kejauhan saat mantan orang kuat nomor 1 di Indonesia itu ke Kalitan. "Warga kan juga sering meminjam halaman Ndalem Kalitan untuk Sholat Ied," kata dia.

Zaenal mengatakan Soeharto sebagai bekas Presiden Indonesia memberikan banyak kemajuan, termasuk swasembada pangan yang hanya bisa dicapai saat Soeharto berkuasa. Dia mengatakan secara hukum bisa saja Soeharto dinyatakan bersalah, tetapi sudah sepantasnya bila kesalahan-kesalahannya dimaafkan. "Sehingga kalau pun meninggal akan khusnul qotimah," katanya. imron rosyid






Komentar Anda

Kirim