Kondisi Soeharto Masih Lemah

Senin, 07 Januari 2008 | 11:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kondisi Soeharto pada hari keempat perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta masih kritis. Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono menyatakan kondisi umum mantan presiden kedua Indonesia itu masih lemah.

Namun, kesadaran Soeharto membaik dan tekanan darah stabil serta nafsu makan membaik. "Tekanan darah berkisar sistolik 110-120 mmHg," kata Mardjo di Auditorium Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta pada Senin (7/1).

Menurut Mardjo, kondisi jantung dan paru-paru Soeharto memperlihatkan perbaikan. Penumpukan cairan di seluruh tubuhnya berkurang. Program terapi medis intensif tetap dilanjutkan.

Dokter masih mengawasi dengan ketat dan melakukan tambahan transfusi darah. "Hemoglobin stabil pada 8,3 dan tidak terjadi penurunan. Tapi kami tetap akan melakukan transfusi darah," katanya.

Rencananya besok atau lusa tim dokter akan melakukan tissue doppler imaging. Langkah itu untuk melihat ada atau tidaknya gangguan pada jaringan sel jantung kiri dan kanan. Langkah lainnya yang mungkin di lakukan adalah thallium scaning. Langkah tersebut dilakukan jika tubuh Soeharto sudah bisa menerima obat-obatan dari luar.

Hingga kini semua mesin yang menyokong tubuh Soeharto masih terpasang. Rencananya mulai besok bantuan mesin dan obat-obatan mulai dikurangi. "Kami akan lihat apakah ada perbaikan atau tidak setelah ada penurunan obat dan bantuan mesin," ujarnya.

Hingga kini tim dokter belum bisa memastikan kapan Soeharto boleh pulang. kurniasih budi | mustafa moses






Komentar Anda

Kirim