Pasca Kaburnya Dua Tahanan, Pengamanan LP di Tingkatkan
Senin, 07 Januari 2008 | 13:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasca kaburnya dua tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) klas I Gunungsari Makassar, Minggu (6/1), pengamanan di LP diperketat dan ditingkatkan.
Hal itu terlihat jelas dari jumlah petugas jaga yang bertugas, Senin (7/1). Saat menerima tamu pun pihak Lapas lebih selektif.
Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sulawesi Selatan, Sumarni Amir, yang ditemui di kantornya hari ini, mengatakan pasca kaburnya Wirahadi alias Hadi (25) dan Marcus Valey Huay alias Ade Oda (20), maka pengamanan di LP ditingkatkan.
Ia mengkhawatirkan kaburnya dua tahanan ini karena mengingat salah satu dari dua tahanan ini, yakni Wirahadi adalah terpidana teroris yakni kasus bom Makassar di rumah makan siap saji Mc Donals 2001 lalu, yang jatuhi hukuman 19 tahun penjara. Sementara Marcus adalah terpidana kasus pencurian dengan kekerasan yang divonis 15 tahun penjara.
Untuk mengantisipasi kejadian ini tidak terulang lagi, maka pihaknya meningkatkan pengamanan dan pengawasan terhadap tahanan. Malah dalam waktu dekat petugas Lapas juga akan ditambah sebanyak 19 orang.
Saat ini jumlah tahanan yang ditampung di LP Makassar sekitar 600 orang. Dengan jumlah perbandingan pembina yakni 1:60, sementara yang ideal adalah 1:15 atau 1:12.
Sumarni mengakui masih banyaknya keterbatasan, yakni jumlah petugas jaga masih kurang, ia mencontohkan dihari libur kerja, seperti kemarin, petugas jaga yang piket hanya 13 orang, dan harus menjaga 600 tahanan. Irmawati





