close

Menteri Kesehatan: Tim Dokter Soeharto Siaga Satu

Rabu, 09 Januari 2008 | 00:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, kondisi
Soeharto masih belum membaik. "(Soeharto) dalam keadaan
memprihatinkan," katanya di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (8/1) malam.

Soeharto, kata dia, masih bisa berkomunikasi meski tak lancar. "(Soeharto bilang) terima kasih," katanya.

Menurut dia, hasil tes kesehatan Soeharto yang dilakukan siang tadi kurang baik. Meski demikian, tekanan darahnya cukup bagus. Alat bantu yang didatangkan dari Bandung, kata dia, tetap memberikan pengaruh. "Tapi toh tidak begitu membaik," ujarnya.

Siti mengatakan semua dokter dalam keadaan siaga. Mereka berusaha mempertahankan tensi Soeharto. "Kami bisa dibilang siaga satu. Saya terus men-support mereka," katanya.

Sedangkan Djoko Rahardjo, salah satu dokter kepresidenan, mengatakan sel darah merah (haemoglobin, Hb) Soeharto masih rendah. "Kami terus jaga supaya tidak collaps," katanya.

Dokter lainnya, Munawar, mengatakan sel darah merah Soeharto tercatat 7,4. Alat CCVH masih terpasang. "Belum ada kemajuan yang berarti," katanya.

Hasil thalium scan yang dilakukan tadi siang, kata dia, menunjukkan masih ada satu daerah yang mengalami infark (kematian jaringan otot akut). Ada ketidak-sinkronan antara bilik kanan dan bilik kiri jantung. "Sehingga kemampuan memompa jantungnya menurun. Kondisi ini sesuai dengan ramalan kami," katanya.

Soeharto, kata dia, masih sangat bergantung pada CCVHD. Cairan dari paru-parunya masih terus dikurangi. Selama empat jam terakhir, "Ada 300 cc yang dikeluarkan," katanya. Urinenya belum keluar," katanya.

Sesak napas Soeharto sudah mulai berkurang. Desy Pakpahan | Pramono

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan