Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Terima Penghargaan Dari Kerajaan Malaysia
Kamis, 10 Januari 2008 | 21:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis(10/1) malam, akan menerima penghargaan Bintang Kehormatan Malaysia Darjah Seri Mahkota Negara dari Seri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agong XIII Malaysia Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizal Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah, di Ruang Dewan Kecil, Istana Negara, Kuala Lumpur.

"Sebelumnya kita memberikan penghargaan pada raja Malaysia dan Pak Badawi, tentu saja mereka melakukan hal serupa memberikan penghargaan tertinggi pada Presiden Yudhoyono," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, sebelum berangkat ke Malaysia di Bandara Halim Perdanakusuma.

Menurut Andi, penghargaan tersebut hal yang biasa dalam tata hubungan internasional dua negaraini. "Ini adalah bagian dari tata hubungan internasional yang bersifat resiprokal," ujarnya.

Presiden Yudhoyono dan rombongan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma untuk mengadakan kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Malaysia. Selain menerima penghargaan, Presiden juga bertemu dengan Nirmala Bonat, Tenaga Kerja Indonesia yang disiksa majikannya di Malaysia.

Hari kedua kunjungan, Presiden dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi di gedung Putrajaya Malaysia. Mereka juga akan mengadakan pertemuan Konsultasi Tahunan antara Indonesia-Malaysia dan diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman dibidang Komite Perdagangan dan Investasi bersama yang akan ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Perdagangan Malaysia Rafidah Aziz.

Penerimaan gelar itu sangat disayangkan oleh Alex Ong, salah satu aktivis Migrant CARE di Malaysia. Menurut Alex, penghargaan itu diberikan hanya pada raja-raja yang taat dan memberi upeti pada kerajaan Malaysia. "Indonesia bukan bagian Malaysia, malah dulu Malaysia yang membayar upeti ke Majapahit," kata Alex pada Tempo.

Menurut Alex, Presiden Yudhoyono seharusnya menolak pemberian gelar tersebut. Selain Yudhoyono, lanjut dia, raja Brunai pernah mendapat penghargaan serupa. "Kalau mereka dulunya memang bagian dari Malaysia," ujarnya.

Namun, pernyataan Alex tersebut di bantah Nizamuddin Dosen Politik dari Universitas Kebangsaan Malaysia. "Gelar itu hanya diberikan pada orang-orang yang dianggap berjasa pada kerajaan," kata Nizamuddin.

Menurut dia, ada tiga tingkatan gelar kehormatan yang diberikan raja Malaysia. Gelar tertinggi Tun diikuti Tan Sri, dan Datuk. Tercatat Wakil Presiden Adam Malik pernah mendapat penghargaan tertinggi Malaysia Tun Adam malik. Sutarto | Faisal

Dari Arsip Majalah TEMPO
TNI Pasca- Ambalat | 28 Maret 2005
Memilih Jalan Damai | 21 Maret 2005
Wilayah Maritim Tidak Ditentukan oleh Lobi Perusahaan Minyak | 14 Maret 2005
Malaysia Tak Bersikap sebagai Tetangga Baik | 14 Maret 2005
Tsunami Lebih Ramai | 14 Maret 2005
Ganyang Malaysia, Selamatkan Siti Nurhaliza | 14 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Datuk, di Laut Kita Adu gertak | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Stambul Ambalat | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Indonesia-Malaysia Kerja Sama Atasi Kejahatan Perbatasan
Ratusan Seniman Reog Akan Datangi Kedutaan Malaysia
Mahasiswa Ponorogo Bakar Replika Bendera Malaysia
Ponorogo Persoalkan Tari Barongan Malaysia
Pemerintah Malaysia Dinilai Kurang Manusiawi
Malaysia Cari Pembantu ke Negeri Lain
Istri Diplomat Indonesia Diperlakukan Kasar
RELA Bantah Bertindak Kasar pada Istri Diplomat Indonesia
Ditemukan Bukti Lagu ”Rasa Sayange” Asli Indonesia
Indonesia Tak Bisa Klaim Lagu Rasa Sayange
> selengkapnya...

Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Kemarahan Setelah Pengeroyokan
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
Perimbangan Kekuatan Indonesia-Malaysia
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk115196 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data