Kondisi Soeharto Belum Memungkinkan Dipasangi Alat Pacu Jantung

Kamis, 10 Januari 2008 | 21:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kondisi tubuh mantan Presiden Soeharto masih belum memungkinkan pemasangan alat cardio resynchronization therapy (CRT) atau alat pacu jantung. "Kondisinya masih belum memungkinkan," kata dokter ahli urologi Djoko Rahardjo saat dicegat wartawan di RSSP, Kamis (10/1) malam.

Dia menjelaskan penumpukan cairan di paru-paru jenderal bintang lima ini belum disedot. "Pembekakan itu masih terjadi," katanya. Sehingga, lanjut dia, belum bisa dilakukan pemasangan alat pacu jantung. Menurut pemeriksaan, kata dia, tekanan darahnya mencapai 110/60 mmHg.

Sebelumnya, tim dokter masih menunggu kondisi Soeharto membaik untuk bisa dilakukan tindakan lebih lanjut terhadapnya. Saratnya, hemoglobin atau sel darah merah di atas 10 gram persen dan tanpa adanya cairan dalam paru-paru. Meskipun kadar hemoglobin Soeharto pagi ini mencapai 10,6 gram persen, namun penumpukan cairan di paru-paru bertambah.

Sore tadi, putra kedua Soeharto, Sigit Harjojudanto, dan mantan Ketua DPR Akbar Tandjung menyempatkan diri menjenguk penguasa Orde Baru ini. Ketika datang, mereka tersenyum kepada wartawan dan langsung masuk ke dalam lift tanpa memberi komentar. Eko Ari Wibowo






Komentar Anda

Kirim