Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

350 Ribu Anak TKI Tak Sekolah
Jum'at, 11 Januari 2008 | 00:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan 350 ribu anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Sabah, Malaysia Timur tidak bisa mendapatkan akses pendidikan. Karena orang tua mereka tidak berdokumen dan si anak tidak memiliki kewarganegaraan.

"Malaysia punya aturan, anak-anak TKI yang tak berdokumen kehilangan hak atas kesehatan dan pendidikan," kata dia kepada Tempo melalui telepon, Kamis.

Jumlah anak-anak TKI di Sabah mencapai ratusan ribu, Wahyu melanjutkan, karena para TKI di sana umumnya menetap, berkeluarga, dan mendapatkan anak di Malaysia. Kondisi tersebut berbeda dengan di Arab Saudi dan Malaysia semenanjung yang menerapkan sistem kontrak 2-3 tahun. “Jumlah anak-anak di sana hanya berkisar lima hingga 10 ribuan.”

Menurut Wahyu, Migrant Care telah meminta pemerintah mengirimkan fasilitas pendidikan dan kesehatan ke Sabah, namun sampai sekarang belum ada implementasinya. Kemungkinan, guru dari Indonesia tidak siap untuk mengajar anak TKI di Malaysia, “atau pemerintah Malaysia tak mau membuka pintu."

Pada akhir 2006, Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah membahas masalah ini dengan koleganya dari Malaysia Dato' Sri Muhamad Najib Tun Abdul Razak. Waktu itu Kalla hanya menyebut jumlah anak-anak TKI yang membutuhkan pendidikan dasar 20 ribu orang. "Saya mengharapkan mereka kembali sekolah di sekolah-sekolah milik kerajaan," ujar Kalla. Malaysia akan mempertimbangkan usulan itu.

Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa telah mengganggarkan dana APBN Perubahan 2007 sebesar Rp 25 miliar untuk meningkatkan pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri, khususnya anak-anak TKI yang sangat sulit mendapat pendidikan. Menurut Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa pada Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Eko Djatmiko Sukarso, pendirian sekolah selain terbentur soal dana umumnya terkendala oleh aturan negara bersangkutan yang melarang berdirinya sekolah-sekolah asing.

Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indoesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat masalah pendidikan bagi anak-anak TKI akan kembali dibicarakan dalam pertemuan informal tahunan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi di Kuala Lumpur, 11-12 Januari. “Soal pendidikan anak-anak TKI diusahakan agar bisa bersekolah di Malaysia,” katanya.

Selain itu, Indonesia juga akan mengusulkan agar proses hukum yang melibatkan TKI dapat lebih cepat. Lamanya proses hukum itu antara lain harus dijalani Nirmala Bonat, Tenaga kerja asal Desa Tuapakas, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dianiaya majikannya, Yim Pek Ha.

Meski kasus itu terungkap pada 2004 lalu, tapi persidangan baru dimulai 3 Januari lalu. Menurut Eka Aryanto Suripto, juru bicara Kedutaan Besar RI di Malaysia, prosedur hukum di Malaysia biasanya butuh waktu 5 sampai 7 tahun untuk menuntaskan suatu kasus.
Reh Atemalem | Ninin Damayanti



Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada TKI, India pun Jadi | 28 Maret 2005
Peluru Siapa di Kilang Batu | 21 Maret 2005
Memantau Pasukan Rela | 14 Maret 2005
Mengais Rezeki Sampai ke Semenyih | 14 Maret 2005
Demi Kartu Sakti Beralamat Aceh | 28 Pebruari 2005
Beban di Balik Dokumen Kilat | 28 Pebruari 2005
Agar Sawit Tak Mogok Berbuah | 21 Pebruari 2005
Malaysia Berbaik Hati, Indonesia Tidak Serius | 14 Pebruari 2005
Nasihat, Bukan Buru Sergap | 07 Pebruari 2005
TKI Mengelus Dada  | 29 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malaysia Tolak Upah Minimum TKI
76 Persen Kasus Buruh Migran Jember Menguap
Puluhan Warga Jember Jadi TKI Setiap Bulan
Satu Buruh Migran Jawa Timur Setiap Hari Pulang Jadi Mayat
Proyek Terminal TKI Bandara Adi Sumarmo Molor
Qatar Pesan 1000 TKI
Keluarga Kecewa Tidak Bisa Temui TKW Dari Irak
Keluarga Siap Jemput Tiga TKW yang Pulang Dari Irak
Migrant Care Tuding BNP2TKI Lamban Tangani TKI di Irak
Tiga TKW Kembali Dipulangkan dari Irak Siang Ini
> selengkapnya...

Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
Istilah-istilah di Ketenagakerjaan
Federasi Serikat Buruh, PJTKI, BPPD dan BP2TKI
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk115205 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Emas Pertama Untuk Aceh
Penerimaan Negara Lampaui Target
Polisi Duga Ada Penyimpangan BBM di Jambi
Banjir, Longsor dan Puting Beliung Landa Balikpapan, 2 Tewas
Peringkat idA Minus Buat Trimegah dan Obligasinya

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data