Sekretaris Yayasan Supersemar Meninggal
Minggu, 13 Januari 2008 | 00:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Yayasan Supersemar Arjodarmoko, 81 tahun, meninggal dunia tadi malam. Jenazah Arjodarmoko disemayamkan di rumah duka Jalan Bondowoso, Menteng, Jakarta Pusat. “Pak Arjo meninggal di kamar tidur,” kata Arseto, cucu Arjodarmoko, tadi malam.
Menurut Arseto, kakeknya meninggal sekitar pukul 15.10. Selama seharian, kata dia, Arjodarmoko berada di rumah menonton televisi. Kemudian, dia tiduran di kamarnya. Namun, kata Arseto, pembantunya melihat bibir Arjodarmoko berbusa. “Saat itu, diketahui pak Arjo meninggal,” kata dia.
Arseto mengatakan, sejak lama Arjodarmoko sering mengeluh sesak napas dan sakit gula. Ia tak menyebut waktu persis keluhan itu. Arjodarmoko rencananya dimakamkan di Karet Bivak sekitar pukul 13.00 hari ini.
Hingga tadi malam, karangan bunga tampak berjejer di depan rumah duka. Karangan bunga dikirim dari keluarga besar Kosgoro, Yayasan Dakab, keluarga besar Interstudio, serta direksi dan staf AJB Bumi Putra 1912.
Di rumah duka tampak kesibukan pemilik rumah. Tenda baru mulai dipasang. Sejumlah mobil diparkir di depan rumah. Mereka lalu lalang mengeluarkan kursi dari dalam rumah dan menatanya di luar.
Atas perintah Soeharto, Arjodarmoko disebut-sebut pernah membeli tanah 144 hektare di Citerurup Bogor, Jawa Barat. Tanah itu kini menjadi Sirkuit Sentul. Arjodarmoko sempat menolak menggunakan tanah itu untuk membantu memajukan olahraga balap. Alasannya, Yayasan Supersemar merupakan yayasan sosial. “Kami tidak mengurusi masalah olahraga,” kata Arjodarmoko suatu ketika.
Dwi Riyanto Agustiar




Komentar Anda :