Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aktivis KB-UI Menolak Mobilisasi Pemaafan Soeharto
Rabu, 16 Januari 2008 | 18:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Aktivis Keluarga Besar Universitas Indonesia (KB-UI) 98 kembali menolak rezim Orde Baru melalui peristiwa sakitnya Soeharto.

Dalam pernyataan sikap tertulisnya, KB-UI 98 mengungkapkan adanya upaya mobilisasi opini yang membahayakan sendi demokrasi Indonesia.

Dalam pernyataan itu, KB-UI menilai pengerahan opini dari kroni-kroni Soeharto sepertinya sengaja diarahkan agar publik menerima dan memaafkan secara sukarela dan buta kesalahan Soeharto semasa dia berkuasa.

Mobilisasi opini juga telah menjungkirbalikkan logika dan menyederhanakan persoalan politik Soeharto menjadi semata-mata persoalan dan simpati pribadi, dengan melupakan peran utamanya sebagai perancang utama rezim tiran selama 32 tahun.

Atas dasar itu, KB-UI mengajak untuk tidak melupakan akibat dari kediktatoran pemerintahan Soeharto terhadap kehancuran dan kemanusiaan rakyat selama masa berkuasanya. "Kami tidak merasa berhutang apapun kepada Soeharto," kata Ikravany Hilman, salah seorang akitivis KB-UI saat dihubungi Tempo, Rabu (16/1).

KB-UI menuntut agar pemerintah untuk terus melanjutkan upaya hukum dengan mengungkap berbagai penyalahgunaan selama Soeharto dan korninya berkuasa. "Bangsa ini sulit untuk jujur bahwa pernah memiliki pemimpin yang salah yang menyebabkan banyak kesalahan di negeri ini," kata Ikravany. Sandy Indra Pratama

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibalik Uluran Tangan Prajogo  | 15 Desember 1998
Sulitnya Menyeret Sang Dermawan  | 15 Desember 1998
Hanya Rp 21 Miliar  | 24 November 1998
Bambang Tri, Tommy, dan Utang Triliunan Itu  | 30 Maret 1999
Harta Cendana Entah di Mana  | 23 Maret 1999
Cuma Tanah, Yayasan, dan Rekening Rp 23 Miliar  | 23 Maret 1999
Properti Keluarga Soeharto di Mancanegara  | 23 Maret 1999
Buang Duit Gaya Dinasti Cendana  | 23 Maret 1999
Setelah  | 23 Maret 1999
Menengok Soeharto, Setelah Lima Tahun  | 19 Mei 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Buyung: Butuh Sehari untuk Adili Soeharto
Mahasiswa Tuntut Penuntasan Kasus-kasus Soeharto
Pengacara Soeharto Tunggu Surat dari Kejaksaan
Anggota DPR Usulkan Pemberian Abolisi kepada Soeharto
Presiden Tawarkan Penyelesaian Perkara Perdata di Luar Pengadilan
Kemenagngan Soeharto Tak Pengaruhi Kasusnya Yang Lain
Dokumen Asli Kasus Soeharto Justru Dititipkan ke Yayasan Suharto
Kejaksaan Pegang Laporan Keuangan Yayasan Supersemar
Yayasan Supersemar Milik Suharto Digugat Perdata Bulan Ini
Kejaksaan Gugat Yayasan Supersemar di PN Jakarta Pusat
> selengkapnya...

Referensi

Sembilan Tahun tanpa Hasil
Kronologi Kasus Dugaan Korupsi Soeharto
Kronologi Kesehatan Soeharto
Kisah Kekalahan Time
Dari Beasiswa Hingga Golkar
Dari Soeharto untuk Tommy
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
Pemberantasan Korupsi dari Masa ke Masa
Biodata Soeharto
Kronologi Soeharto
Daftar Pencuri Aset Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk115601 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Banjir, Longsor dan Puting Beliung Landa Balikpapan, 2 Tewas
Peringkat idA Minus Buat Trimegah dan Obligasinya
Eksepsi Burhanuddin Abdullah Ditolak
Partai Lolos Verifikasi Tak Punya Pengurus
Komandan Pasmar-1 Diganti Surabaya

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data