Menteri Kesehatan Nilai Pelayanan Haji 2007 Lebih Baik
Jum'at, 18 Januari 2008 | 23:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan pelayanan kesehatan haji 2007 berjalan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Mulai tahun 2007 pelayanan kesehatan ditangani sepenuhnya oleh Depkes," katanya dalam jumpa pers di Departemen Kesehatan, Jumat (18/1).
Tidak seperti sebelumnya, di mana pelayanan kesehatan ditangani bersama Departemen Agama, pada 2007 indikator yang ditunjukkan melalui jumlah angka kematian dan kejadian luar biasa menurun.
Jemaah haji yang meninggal sampai dengan hari ke-61 sebanyak 452 orang. Tahun lalu jemaah yang meninggal samapai hari ke-61 mencapai 636 orang, sehingga ada penurunan 29 persen.
Kebanyakan dari para jemaah haji yang meninggal itu, yakni sebanyak 88,9 persen, memang tergolong memiliki resiko tinggi. Adapun 11,1 persen tidak termasuk dalam kategori resiko tinggi.
Penyebab kematian terbanyak adalah penyakit sistem sirkulasi sebanyak 60,02 persen, penyakit sistem pernapasan 30,09 persen. Lokasi kematian di rumah sakit 175 orang, di Balai Pengobatan Haji Indonesia 17,3 persen, di pondokan 165 orang, di Bandara 5 orang, di bus 18 orang, di masjid 7 orang, di pesawat 1 orang, dan lain-lain 1 orang.
Menurut Siti, meningkatnya pelayanan kesehatan haji karena adanya persiapan di tanah air maupun selama penerbangan dan setibanya di Arab Saudi. Tenaga kesehatan seluruhnya mencapai 1761 orang terdiri dari 306 petugas non kloter dan 1455 petugas kloter yang menyertai jemaah haji.
Petugas kesehatan itu terdiri dari 84 dokter spesialis seperti ahli jantung, ahli paru, ahli penyakit dalam, ahli jiwa, ahli syaraf, ahli anak, kebidanan dan bedah. Sedangkan petugas non kloter terdiri dari perawat, apoteker, asisten apoteker, epidemologis, sanitarian, dan tenaga administrasi keuangan.
Petugas kesehatan kloter itu terdiri dari satu dokter dan dua perawat, sedangkan sebelumnya hanya 1 dokter dan 1 perawat. Kedua, baik dokter maupun perawat telah mengikuti pelatihan khusus. Aqida Swamurti





