Presiden Berterima Kasih pada Pemberi Bantuan Tsunami

Kamis, 24 Januari 2008 | 22:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terima kasih kepada semua pihak membantu korban tsunami 26 Desember 2004 di Aceh dan Nias. Ucapan terima kasih disampaikan dalam 11 bahasa, antara lain: Inggris, Jerman, Itali, Jepang, dan Cina.

"Bantuan Saudara semua dicatat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dicatat oleh sejarah, serta dicatat dan dikenang di hati sanubari rakyat Indonesia terutama di Aceh dan Nias," kata Presiden dalam acara Indonesia Berterima Kasih pada Dunia di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (24/1) malam.

Ucapan terima kasih dan penghargaan ini disampaikan Presiden atas nama negara, pemerintah, dan pribadi. Ia menyerukan semua bangsa agar lebih bersatu dan bersolidaritas memecahkan masalah dunia.

Dalam acara Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias ini, Presiden juga berduka cita atas gugurnya 9 praja Australia di Nias. Presiden menyerahkan tanda ucapan terima kasih kepada lima orang yang dianggap berkontribusi saat tsunami.

Salah satu penerima tanda terima kasih adalah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah.

Presiden, dalam sambutannya, menyebutkan lima hal yang dapat dipetik dari bencana ini. Pelajaran pertama adalah perlunya persatuan dan tindakan bersama dalam keadaan sulit. "Dalam keadaan krisis dan darurat, kita harus bertindak cepat dan tepat menjalankan manajemen krisis," kata Presiden.

Pelajaran lain, perlunya menyambut baik dan terbuka terhadap semua bantuan dari manapun tanpa diskriminasi. Setelah tanggap darurat, maka perlu dilakukan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Serta, kata dia, perlunya faktor kepemimpinan dan peran pemimpin untuk terjun langsung ke lapangan saat krisis. "Agar keputusan, arahan, dan tindakan akan tepat karena sesuai permasalahan," kata Presiden.

Di balik musibah, Presiden menilai terdapat berkah yakni tercapainya Perjanjian Helsinki yang mengakhiri konflik Aceh. Presiden meminta masyarakat dan pemimpin Aceh terus melangkah dan menuntaskan tugas yang belum selesai. "Meskipun telah tercapai prestasi dan tugas BRR selesai April 2009, tuntaskan tugas saudara," pesan Presiden kepada BRR.

Gubernur Aceh beserta walikotanya diminta segera melanjutkan tugas BRR dalam melaksanakan tugas pembangunan daerah secara tepat dan terpadu.

FANNY FEBIANA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: