Soeharto Sudah Makan Bubur

Kamis, 24 Januari 2008 | 23:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mantan presiden Soeharto sudah bisa makan bubur sumsum hari ini. "Makanan sudah dicoba dari mulut," kata kepala tim dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina Djoko Rahardjo di Jakarta, Kamis (24/1) malam.

Bahkan, kata Djoko, Soeharto sudah dapat berkomunikasi dan dapat bersalaman. "Kondisi stabil, on the way to improve," kata Djoko.

Soeharto yang mulai membaik saat ini memiliki tekanan darah yang stabil, yaitu 120/40 mm Hg. Hemoglobinnya pun sudah naik ke tingkat 10 gram persen. Namun, paru-paru Soeharto masih sedikit basah, sehingga cairan di paru-paru masih perlu disedot.

Dokter Muhamad Munawar juga menjelaskan bahwa kondisi Soeharto secara umum sudah membaik. "Semua berjalan dengan baik. Infeksi terkontrol, jantungnya sudah mulai cukup baik. Stabil-lah," kata Munawar.

Bendungan di paru-paru pun, kata Munawar, sudah mulai berkurang. Meski napas Soeharto masih dibantu alat, namun sebagian besar sudah dilakukan sendiri oleh paru-parunya. Komunikasi pun, katanya, sudah dapat dilakukan Soeharto sejak kemarin.

Dalam kesempatan berbeda, dokter Ari Hariyanto menegaskan bahwa tanda-tanda radang Soeharto berkurang. "Kondisi secara umum lebih baik dari tadi pagi," kata Ari.

Soeharto pun, kata Ari, sadar dan dapat berkomunikasi. "Tidak ditidurkan," katanya. Pencernaan penguasa Orde Baru itu sudah berjalan dengan baik. Namun ventilator masih dipasang.

Ari juga memastikan Soeharto sudah bisa mengerti dan berbicara. "Kalau diajak bicara, bisa mengangguk, bisa mengangkat tangan," kata Ari. Fanny Febiana






Komentar Anda

Kirim