Theo L. Sambuaga : Maafkan Soeharto
Minggu, 27 Januari 2008 | 15:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Komisi I DPR RI, Theo L. Sambuaga meminta Indonesia merelakan dan memaafkan Soeharto. Ia beralasan, perkara Soeharto telah ditutup. "Toh selama ini ia masih diduga melanggar hukum," kata dia ketika melayat ke rumah duka almarhum Soeharto, Ahad (27/1).
Ia melanjutkan, meski proses hukum Soeharto dihentikan karena sakit, kasus perdata mantan presiden kedua republik ini bisa diwariskan kepada keluarganya. "Kasus perdata bisa diwariskan kepada keluarga," ucapnya.
Sebagai mantan Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan VII--kabinet terakhir Soeharto--Theo mengingat Soeharto sebagai pemimpin yang konsisten dan perhatian. "Seorang bapak yang memimpin dengan konsisten dan memberi perhatian yang sangat khusus terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat terutama pertanian," jelas dia.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat Hamidan juga meminta Indoensia untuk memaafkan Soeharto karena jasa-jasanya terhadap negara. "Orangnya sudah meninggal, ini berdasarkan tinjauan kemanusiaan," katanya dalam kesempatan yang sama secara terpisah.
Dari pantauan Tempo, kediaman Soeharto mulai ramai. Jurnalis dari dalam dan luar negeri telah berkumpul di depan rumah Soeharto di Jalan Cendana Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Taipan Tommy Winata juga terlihat hadir di rumah duka pukul 14.15. Ia masuk bersama seorang pejabat militer. Selain itu, karangan bunga mulai berdatangan. Salah satunya dari Gubernur kalimantan barat. (Sofian, Mustafa)





