Saldi: Opini Media Menguntungkan Soeharto
Senin, 28 Januari 2008 | 15:00 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:
Saldi Isra, pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas,
Sumatera Barat menilai pemberitaan media massa akhir-akhir ini sangat mengungtungkan Soeharto.
Pemberitaan sebagian besar pers Indonesia yang seakan mengkondisikan simpati kepada Soeharto akan menyulitkan kelanjutan proses hukum perdata yang saat ini sedang berjalan.
"Sorotan media sangat jelas, terlalu over dosis,
hampir tiap hari," kata peraih Bung Hatta Anti Corruption Award 2004 itu, Senin.
Dengan meninggalnya Soeharto, kata dosen Hukum itu,
kasus pidana Soeharto gugur. Sedangkan kasus perdata
bisa dilanjutkan kepada ahli warisnya. "Namun saya kira agak berat, selain opini, bukti-bukti makin sulit karena Soeharto sudah meninggal," ujarnya.
Selain itu, juga bisa mempengaruhi psikologis hakim karena menangani kasus orang yang sudah meninggal, "tapi ini pendapat subyektif saya."
Sementara Sudarto, anggota Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia (HAM) Daerah Sumatera Barat menilai respons
media dan masyarakat kepada mantan Presiden Soeharto
setelah ia meninggal membuktikan bahwa secara rill
sebagian besar masyarakat mencintai Soeharto dan Orde
Baru.
"Saya yakin, kalau Soeharto menjadi kontestan dalam
pemilu hari ini ia pasti ia terpilih kembali menjadi
presiden," katanya bergurau. Febrianti





