|
Bayi Tewas Dianiaya Ayah Kandung
Jum'at, 01 Pebruari 2008 | 18:55 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:
Malang nian nasib Rizki Rahayu. Bayi laki-laki empat bulan itu tewas akibat dianiaya ayah kandungnya sendiri, Yudi Junaedi, 25 tahun, warga kampung Barulaksana, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jumat (1/2) pagi.
Kepala Kepolisian Sektor Lembang Ajun Komisaris Polisi Trisna Sukmayadi mengatakan, berdasarkan keterangan ibu kandung korban, Iis Kartika (18 tahun), Rizki dianiaya Yudi dengan cara diberi minum minyak kayu putih dan dirogoh mulutnya dengan jari tangan hingga mengeluarkan darah.
Saat ditemui di instalasi jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Iis menuturkan, pagi tadi sebelum kejadian, dia terpaksa meninggalkan Rizki karena harus menjemur pakaian di halaman rumah. Diapun menitipkan Rizki kepada ayahnya, Yudi.
"Waktu saya tinggalkan Rizki dalam keadaan sehat, segar, dan sedang anteng bermain di lantai," katanya saat ditemui di instalasi jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jumat sore.
Namun, lanjut dia, ketika kembali sekitar satu jam kemudian, dia mendapati anak kandung pertamanya sudah tidak berdaya. "Waktu itu sekitar jam 8 pagi. Anak saya masih hidup, tapi dari mulutnya keluar darah segar, mukanya pucat, matanya membeliak dan tubuhnya dingin," ujarnya
Iis pun menanyakan kepada suaminya apa yang terjadi dengan Rizki. "Dia (Yudi) menjawab Rizki diberi minum beberapa tetes minyak kayu putih dan mulutnya dicolok-colok," katanya.
Iis mengaku seketika langsung curiga kalau suaminya telah menganiaya anaknya sendiri. "Karena selama ini saya dan Rizki sering jadi pelampiasan kemarahan, apalagi sejak bisnis rongsongkan dia belakangan ini semakin sepi."
Menurut Iis, pagi tadi Rizki sempat dibawa ke Puskesmas Jayagiri. "Tapi dokter Puskesmas tidak sanggup,"katanya. Rizkipun kemudian dilarikan ke rumah sakit Sespim Polri Lembang. "Di rumah sakit itu anak saya meninggal.”
Berdasarkan saran polisi, Iis bersama polisi Lembang kemudian membawa jenazah Rizki ke RS Hasan Sadikin. "Katanya untuk diotopsi," ujarnya.
Iis mengaku kini dia hanya bisa berharap Yudi, asal Tasikmalaya, dihukum seberat-beratnya kalau terbukti bersalah. "Saya juga akan minta cerai."
Trisna mengatakan hingga sore ini aparatnya masih terus memburu tersangka. "Waktu kami datang ke tempat kejadian di Barulaksana, tersangka sudah melarikan diri," ujarnya. Dia juga telah meminta warga Jayagiri agar segera melapor ke polisi bila melihat tersangka. Erick Priberkah Hardi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|