Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla Tolak Tambahan Kuota ONH Plus
Sabtu, 02 Pebruari 2008 | 00:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menolak permohonan penambahan kuota haji khusus atau ONH plus tahun ini dari 16 ribu menjadi 25 ribu orang. Kenaikan kuota akan tetap disesuaikan dengan porsi yang ditetapkan Saudi Arabia. Sikap ini, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla dilakukan supaya ada keadilan bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas haji non ONH plus.

"Jangan karena bayar mahal, terus lewat jalan pintas terus tiba-tiba masuk tanpa antri," kata Kalla saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (Amphuri) di Gedung II Kantor Wakil Presiden, Jumat.

Masyarakat kalangan menengah yang naik haji menggunakan fasilitas biasa, Kalla melanjutkan, kadang harus antri sampai lima tahun untuk naik haji. Jika kuota ONH plus dinaikkan secara tiba-tiba, ini tidak adil bagi yang lain. "Jadi sama-sama sabarlah. "

Minat orang naik haji saat ini sangat tinggi, padahal saat krisis hanya sekitar 30 persen kuota haji yang terpakai. "Sekarang naik tujuh kali lipat," Kalla menambahkan.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Amphuri Fuad Hassan Masyhur meminta agar pemerintah melalui Wakil Presiden menambah kuota haji ONH Plus tahun ini dari 16 ribu menjadi 25 ribu agar 6 ribu calon jemaah tak perlu dibatalkan keberangkatannya. Akibat jumlah permintaan dan ketersediaan kuota yang tak seimbang, kata Fuad, ongkos naik haji pun semakin mahal.

"Akan lebih baik jika pemerintah dalam hal ini melalui Wakil Presiden bisa memberikan kuota 25 ribu orang," kata dia.

Fuad juga bertekad mencari solusi lain agar tak perlu terjadi pembatalan calon jemaah. Pendekatan kepada pemerintah Arab Saudi, kata dia, akan menjadi jalan terakhir jika pemerintah bersikukuh tidak mau menaikkan kuota. "Karena menghalangi orang beribadah kan dosa." Anton Aprianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pengurusan Haji  | 06 April 1999
Arifin Panigoro  | 23 Maret 1999
Rimba Dana Abadi  | 02 Maret 1999
Sudah Mahal, Dipalak Pula  | 02 Maret 1999
Tabung Sepuluh Ringgit  | 02 Maret 1999
Haji Incorporated: Bisnis, Kolusi, dan Manipulasi  | 02 Maret 1999
Berhaji Mahal tanpa Rasa Kesal  | 02 Maret 1999
Paket haloHAJI Telkomsel  | 23 Pebruari 1999
Kloter Khusus ke Tanah Suci  | 09 Pebruari 1999
Jemaah Haji Sandal Jepit | 01 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Haji Pengguna Papor Hijau Akan Dikenai Sanksi
Hari Ini, Pemulangan Terakhir Jamaah Haji
Menteri Kesehatan Nilai Pelayanan Haji 2007 Lebih Baik
Menteri Agama Bantah BPIH Diselewengkan
Calon Haji Kediri Menunggu Tiga Tahun
Jemaah Haji Jawa Timur Tidak Bawa Pulang Air Zam-zam
Departemen Agama Bantah Tak Sediakan Kemah
228 Calon Haji dari Solo Gagal Berangkat
Departemen Agama Akan Tegur Maskapai Saudi
Departemen Agama Bantah Tudingan ICW Soal Dana Haji 2006
> selengkapnya...

Referensi

Keppres No. 49/2004 tentang Biaya Penyelenggaraan Haji 2005
Keppres No. 22/2001 tentang Badan Pengelola Dana Abadi Umat
Kepres RI No. 45 Thn.2003 Tentang Biaya Penyelenggara Ibadah Haji Thn. 2004
> selengkapnya...

Website

Informasi Haji - Depag
Situs Informasi Haji
Departemen Agama
Majelis Ulama Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk116786 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data