|
Kalla Luruskan Pernyataan Hasyim Soal Pilkada
Sabtu, 02 Pebruari 2008 | 22:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meluruskan pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi soal perlu dihapusnya pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada) di Indonesia.
"Maksud Pak Hasyim itu, yang ditiadakan itu kekerasannya, bukan pilkadanya," ujar Kalla di depan ratusan kader NU dalam acara rangkaian puncak Hari Lahir ke-82 NU di Gedung 2 Kantor Wakil Presiden, Minggu malam (2/2).
Pasalnya, kata Kalla, predikat demokrasi Indonesia di dunia sudah baik, sehingga jangan sampai dikotori oleh aksi-aksi sepihak yang menuai kekerasan pada momentum pilkada. "Indonesia itu mayoritas islam yang suka demokrasi, mari hentikan kekerasan dalam demokrasi," kata Kalla.
Demokrasi di Indonesia, ujar Kalla, memang sangat boros biaya dan tenaga. Terkadang hal ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat. "Demokrasi itu yang seharusnya memang tidak perlu boros dan tidak perlu ada kekerasannya," kata Kalla.
Dalam kesempatan yang sama, Kalla juga meminta maaf mewakili Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, kepada warga NU yang sempat direpotkan oleh banjir di Jakarta pada Jumat kemarin. "Kalau kemarin sempat tertahan 3 sampai 4 jam, minta maaflah," kata dia.
Kalla mengajak warga NU, terutama yang tinggal di Jakarta dan di daerah rawan-rawan banjir di Indonesia, untuk menjaga sikap disiplin dan ketertiban dalam mencegah datangnya banjir. "Ini butuh perhatian kita semua, karena banjir membuat kita semua menderita." Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|