Citra PKS Dinilai Cenderung Menurun
Minggu, 03 Februari 2008 | 07:39 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:
Citra Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai yang bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dinilai cenderung menurun.
Indonesianis Australia National University (ANU), Dr Greg Fealy menilai, mengatakan pemberitaan di media mengesankan telah terjadi politik uang saat PKS menentukan Adang Darajatun sebagai calon dalam Pilkada DKI.
Di sisi lain anggota Fraksi PKS juga terlibat dalam skandal keuangan di DPR. “Belum lagi informasi mengenai kader PKS di daerah yang ikut-ikutan mencari proyek,” kata Fealy saat menjadi pembicara dalam Mukernas PKS di Sanur, Denpasar, Sabtu (2/1).
Menurut Direktur Lembaga Survey Indo Barometer, M Qodari, sebagian besar responden dalam Survey pada Desember 2007 menilai PKS adalah-partai dengan citra bersih dan peduli selama 1999-2004.
Tapi setelah itu, Qodari khawatir, citra itu memudar. Seperti dalam kasus dana insentif DPR, justru kader PDIP Ganjar Pranowo yang pertama kali mengembalikan dana itu disusul oleh Yuddy Chrisnandi dari Golkar.
Di sisi lain, survei juga menunjukkan citra PKS sebagai partai fundamentalis justru menguat. ”Malah ada yang menyebut sebagai partai Taliban,” kata dia. Citra itu terbangun akibat penampilan para kadernya serta karena kampanye hitam yang dilakukan para pesaing PKS saat Pilkada.
Karena itu, kata dia, target perolehan suara PKS pada pemilu 2009 sebesar 20 persen dari total suara merupakan target yang berat. Sebab survei juga menunjukkan, pada Desember 2007 hanya 5 % responden saja yang memilih PKS.
Rofiqi Hasan




Komentar Anda :