Pelantikan BupatiBatal, Bojonegoro Status Siaga Satu

Jum'at, 08 Februari 2008 | 14:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pihak Polisi Resort Bojonegoro memberlakukan status siaga satu. Menyusul, batalnya pelantikan pasangan Sutoyo-Setyo Hartono (Toto) sebagai bupati-wakil bupati terpilih Bojonegoro periode 2008-2013 di kantor bupati setempat.

Sedikitnya polisi mengerahkan sebanyak 1000 personel gabungan dari Polwil Bojonegoro, Polres, Brimob Polda Jawa Timur dan polisi pamongpraja. Di komplek kantor
Bupati Bojonegoro dan kantor DPRD setempat, juga diparkir satu water cannon, kendaraan lapis baja. Kemudian di kantor KPU Bojonegoro, juga disiagakan penuh aparat lengkap dengan senjatanya.

"Status siaga satu ini, kita berlakukan sampai, kondisinya benar-benar aman," tegas Komisaris Hadi Suryo, Kepala Bagian Bina Mitra Polres Bojonegoro pada Tempo, Jumat (8/2) siang.

Para polisi gabungan itu, melakukan pagar betis di
persimpangan jalan menuju ke Alun-alun Bojonegoro, yang berlokasi di poros kota tersebut. Tameng, pentungan dan senjata laras panjang, tampak dijajarkan di pinggir jalan. Bahkan, pemakai jalan juga disteril jika masuk di komplek kantor pemerintahan itu.

Pengamanan ketat ini, dilakukan munculnya informasi aksi demo yang digelar oleh Elemen Masyarakat Bojonegoro (yang mendukung pasangan Suyoto Setyo Hartono), yang sehari sebelumnya sudah berkirim surat akan menurunkan aksi demo di komplek perkantoran pemerintah Bojonegoro. Tetapi, hingga usai selesai sholat Jumat, pendemo yang dikabarkan turun dengan kekuatan sekitar 500 orang itu, tidak muncul.

Justru mereka terlihat berkerumun di kantor sekretaris Toto Centre yang berlokasi di Jl Sudirman, Bojonegoro. Mereka mengaku, bahwa akan mendesak pihak Menteri Dalam Negeri segera mengesahkan dan melantik pasangan pemenang Pilkada Bojonegoro yang digelar pada 10 Desember 2007 itu. "Jika tidak, kita akan turun ke lapangan besar-besaran," tegas Amin, salah satu pendukung tim pemenangan ini.

Sejak tiga hari berturut-turut, kota Bojonegoro memang ditelikung aksi demo yang mengatasnamakan pendukung setia pasangan Toto. Mereka menyasar ke kantor DPRD Bojonegoro dan meminta dewan setempat untuk tidak mempersulit pelantikan pasangan bupati-wakil bupati terpilih itu.

Padahal, pada hari Jumat itu suasana di kantor DPRD Bojonegoro, lengang. Tidak ada satupun anggota dewan yang masuk kantor. Mereka dikabarkan berangkat ke Surabaya untuk mengikuti prosesi serah terima penunjukan pejabat sementara Bupati Bojonegoro, yang diwakili oleh pejabat setingkat asisten Gubernur Jawa Timur, di gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Hal itu juga dibenarkan oleh juru bicara Pemkab Bojonegoro Joni Nurharyanto. "Penunjukan pejabat sementara, memang dilakukan hari ini," tegasnya. Pihak kubu Suyoto sendiri yang dijawab lewat short massage service (SMS) menjawab bahwa soal mundurnya pelantikan ini, bahwa pihaknya percaya bahwa kekuasaan itu datang atas pilihan rakyat.

Sedangkan soal pelantikan, pihaknya mempercayakan pejabat Negara. "Anggap saja, mundurnya pelantikan ini menjadi kesempatan belajar lebih baik," tegasnya. sujatmiko






Komentar Anda

Kirim