Pengungsi Terus Bertambah
Senin, 11 Februari 2008 | 13:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengungsi akibat jebolnya tangul Lapindo selebar 10 meter di titik 39-40 Desa Besuki, Jabon, Sidoarjo, yang terjadi sejak kemarin sore, terus bertambah. Jika sebelumnya lumpur hanya menenggelamkan kawasan di Rt 2,3 dan 4 Desa Besuki Kulon, kini lumpur mulai mengalir ke kawasan Rt 5 di Besuki Timur yang berada di Timur bekas jalan tol.
“Dari catatan kami sudah ada 200 an keluarga yang mengungsi,” ujar Ahmad Zulkarnain, Juru Bicara badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), ketika ditemui Tempo disekitar tanggul yang jebol, Senin (11/2).
Pengungsi tersebut, lanjut Zulkarnain, ditampung di tiga tempat masing-masing di bekas jalan Tol Porong, Kantor Kecamatan dan Kantor PKB Kecamatan Jabon. Hanya saja hingga saat ini, belum ada bantuan yang diterima para pengungsi kecuali hanya beberapa tenda dari Dinas Sosial Setempat.
BPLS sendiri, lanjut Zulkarnain akan berusaha melobi Dinas Sosial Sidoarjo dan Lapindo untuk menyediakan bantuan makan plus peralatan mengungsi mulai dari selimut hingga bantuan kesehatan.
Dari pantauan Tempo, setidaknya masih ada tiga keluarga yang hingga siang ini belum berhasil di evakukasi dari dalam rumahnya. Panasnya suhu lulmpur yang menggenangi tiga rumah tersebut membuat tim evakuasi yang dibantu tim dari Brimob Polda Jatim kesulitan menjangkau rumah tersebut.
“Perahu kita hanya satu milik Brimob, jadi evakuasi dilakukan secara bergantian,” tambah Zulkarnain. Ratusan warga besuki hingga siang ini juga masih terus melakukan upaya evakuasi barang-barang mereka dari dalam rumah.
Dari catatan tempo, rendaman Lumpur di Desa Besuki ini sebenarnya bukanlah kali ini terjadi. Sebelumnya bertepatan dengan bulan puasa dua tahun lalu, desa ini juga sempat terkena luberan Lumpur.
Saat itu, warga kemudian diberikan uang kontrak selama 2 tahun dari Lapindo. Hanya saja, Desa Besuki tidak masuk kedalam peta terdampak, maka warga memutuskan untuk kembali menempati rumah mereka setelah Lumpur berhasil dibersihkan dari kawasan Besuki.
Sesuai Peraturan Presiden No 14/2007, Desa Besuki memang tidak masuk kedalam peta areal terdampak Lumpur yang berarti tidak akan mendapatkan ganti rugi dari Lapindo. Padahal secara geografis, letak Besuki berada persis di sebelah timur tanggul utama Lapindo.
“Kontrakan saya tinggal 4 bulan, jadi kembali ke rumah, tapi lumpur ternyata merendam lagi,” tutur Yanto, warga Rt 4 Desa Besuki.
Warga sendiri, lanjut Yanto, sebenarnya menginginkan wilayah tersebut masuk kedalam peta. Sehingga mereka segera bisa mencari rumah baru pengganti rumah yang kini telah terendam lumpur. Rohman Taufiq





